Regulasi Visa Progresif Bikin Pendaftar Baru Naik

SOLO—Kebijakan visa progresif untuk peserta umrah membuat jumlah peserta baru meningkat. Sebelumnya persentase peserta lama bisa mencapai 30%-40%, sekarang ini hanya 5%-10%.
Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo mencatat visa progresif memang mengurangi jumlah peserta lama umrah atau mereka yang sudah umrah dan ingin berangkat lagi. Namun, kondisi itu diimbangi dengan banyaknya peserta baru.
Saat pelaksanaan Perpuhi Umrah Travel Fair (PUTF), 1-3 Februari, Perpuhi Solo menjual 197 paket dengan nilai transaksi Rp4,1 miliar. Jumlah tersebut melebihi target transaksi Rp2,5 miliar. ”Jadi kalau melihat data itu memang sepertinya dampak dari visa progresif dan rekam biometrik tidak signifikan. Untuk pasar lama atau jemaah yang pernah umrah akan berkurang karena menghindari tarif visa progresif. Tapi jumlah pendaftar baru tampaknya lebih besar,” kata dia kepada Koran Solo, Jumat (8/2).
Para periode umrah sebelumnya, banyak masyarakat yang pernah umrah ingin berangkat lagi pada tahun berikutnya. Jumlahnya bisa mencapai 30%-40% dari jumlah pemberangkatan. Namun, saat ini peserta lama yang tetap berangkat dan tidak mempermasalahkan visa progresif hanya 5%-10% dari total peserta.
Sementara dengan telah dibukanya layanan biometrik di Solo, Her berharap ke depan lebih memudahkan calon peserta umrah dari Solo mengurus visa. ”Untuk layanan biometrik per Jumat kemarin [1/2] sudah dibuka di Kantor Pos Jl. Mangunsarkoro. Sebagian peserta kami juga sudah mendatangi lokasi tersebut. Dengan begitu untuk rekam biometrik kini tidak perlu ke Semarang atau Jogja,” kata dia.
Di sisi lain, Perpuhi mempertanyakan keefektifan pelaksanaan rekam biometrik yang harus dilakukan di Indonesia tersebut. ”Tujuannya katanya biar di sana [Arab Saudi] tidak perlu antre. Mestinya di sana tidak perlu lagi ada rekam ketika sudah dilakukan di Indonesia. Tapi informasinya di sana juga diminta rekam lagi,” kata dia. Terkait hal itu dia akan memastikan informasi tersebut Rabu (13/2) mendatang. (Bayu Jatmiko Adi)