SAYURAN CEPAT BUSUK Hanya 50% yang Bisa Dijual

SOLO—Komoditas pangan berupa sayuran cenderung cepat rusak atau membusuk pada musim penghujan. Ada pedagang yang mengaku hanya bisa menjual separuh dari sayuran karena lainnya membusuk.

Farida Trisnaningtyas
redaksi@koransolo.co

Hal itu menyebabkan harga beberapa jenis sayuran merangkak naik. Berdasarkan pantauan Espos di pasar induk Pasar Legi Solo, Jumat (8/2), kenaikan harga terjadi pada mentimun dan bawang putih. Sedangkan wortel, tomat, dan brokoli, harga cenderung turun.
Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Diah Nuryani, mengatakan harga beberapa jenis sayuran naik pada musim penghujan ini. Menurut dia, mentimun bahkan ganti harga dari semula Rp2.500 per kilogram (kg) menjadi Rp6.000/kg.
“Sebenarnya stok sayuran aman. Harganya tidak [naik] terlalu signifikan. Akan tetapi, misalnya saya beli 10 kg, yang bisa dijual cuma separuh karena lainnya rusak atau busuk,” kata dia kepada wartawan, Jumat.
Musim dengan intensitas hujan tinggi ini membikin sayur cepat rusak atau busuk. Saat seperti ini pasokan sayuran banyak datang dari Cepogo, Kabupaten Boyolali. Sedangkan kiriman dari Tawangmangu, Karanganyar, tak bisa diandalkan lantaran daya tahan sayuran asal daerah ini kurang bagus dalam cuaca ekstrem.
Di sisi lain, harga wortel turun dari Rp13.000/kg menjadi Rp11.000/kg. Begitu pula dengan tomat dari semula Rp15.000/kg menjadi Rp12.000/kg. Sementara kubis stabil yakni Rp5.000/kg.
Hal serupa diungkapkan pedagang lainnya, Siti. Menurut dia, mentimun ganti harga dari Rp3.000/kg menjadi Rp5.000/kg. Dia juga menyebut pasokan sayuran datang dari Cepogo, Boyolali. Seperti halnya Diah, dia mengandalkan sayuran dari lereng Gunung Merapi tersebut daripada lereng Gunung Lawu. “Sayur dari Tawangmangu saat penghujan ini kurang bagus. Kadar airnya tinggi sehingga cepat rusak atau busuk,” papar dia.
Sementara itu, harga bawang putih kating juga merangkak naik. Pedagang sembako, Maryani, mengatakan harga bawang putih naik setelah Imlek, Selasa (5/2). Sebelumnya komoditas ini dijual dengan harga Rp25.000/kg dan saat ini menjadi Rp27.000/kg.
Berdasarkan catatan Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah, harga bawang putih kating selalu tinggi pada musim penghujan. Pada Februai-Maret 2018 yang merupakan musim penghujan, harga komoditas itu pernah mencapai Rp48.667/kg. “Telur ayam yang sempat naik saat Imlek sekarang turun, yakni dari Rp22.000/kg menjadi Rp21.000/kg,” imbuh dia.
Pedagang lain, Parno, menambahkan bawang putih kating semula Rp24.000/kg melesat menjadi Rp28.000/kg. Menurut dia, kenaikan harga tersebut bertahap terjadi setelah Imlek, yakni dari Rp24.000/kg menjadi Rp27.000/kg kemudian Rp28.000/kg.
“Kalau bawang memang masih impor. Sedangkan bawang merah lokal stabil, yakni Rp16.000/kg–Rp17.000/kg. Hal sama terjadi pada bawang bombai dengan harga Rp15.000/kg–Rp16.000/kg,” jelasnya.