Tema Keseharian di Lirik Lagu Joko in Berlin

Nama grup band Joko in Berlin mungkin masih asing di telinga sebagian penikmat musik. Namun, band beranggotakan Mellita Sie (vokal), Kelana Halim (gitar), Fran Rabit (bass), Popo Fauza (Keyboard), dan Aditya Subakti (drum), punya mimpi besar di industri musik Tanah Air.
Sebagai band yang baru berusia dua tahun, Joko in Berlin mengaku terinspirasi dengan penyanyi asal Islandia, Bjork. Karakter musik yang unik dan anti-mainstream, turut disuguhkan Joko in Berlin di beberapa karyanya.
”Kalau dari segi musik, Joko in Berlin ada empat komposer lagu. Dari lagu dasar akan dilempar ke saya, untuk diaransemen. Setelah itu diaransemen lagi dan diisi vokal dan band-nya,” kata Popo Fauza, dikutip Liputan6.com, Jumat (8/2).
”Kami memilih aransemen dengan menggabungkan sound era 80-an dan 90-an. Kami ingin memadukan musik yang kekinian dengan unsur cinematic dan unik untuk generasi milenial,” imbuhnya.
Di bawah naungan 7 Octave Music Production, Joko in Berlin telah menelurkan beberapa single seperti Ballad of Colors, 3AM, dan Beauteous. Tema yang diambil pun tak melulu soal cinta. ”Untuk tema lirik lagunya, Joko in Berlin lebih menuju ke hal sehari-hari yang dilihat dari perspektif psikologi. Ada juga berterima kasih dengan anugerah indahnya alam, menghadapi delusi dan mimpi.” Popo Fauza juga menjelaskan rahasia di balik nama unik Joko in Berlin. Suami Alena Wu ini menggabungkan makna khusus para personelnya dalam satu nama Joko in Berlin. (JIBI)