Teror Pembakaran Kendaraan Meluas

SEMARANG—Teror pembakaran mobil yang melanda Kota Semarang dan sekitarnya mulai merambah ke daerah lain di Jawa Tengah (Jateng).

Imam Yuda S.
redaksi@koransolo.co
Salah satu daerah yang terkena imbas adalah Kabupaten Grobogan, di mana sebuah mobil angkutan umum menjadi sasaran pembakaran orang tak dikenal, Selasa (5/2).
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, menyebutkan aksi teror di Grobogan itu diduga berkaitan dengan aksi teror di Kota Semarang, Kendal, dan Ungaran di Kabupaten Semarang.
“Kalau dilihat dari kasusnya, modus serta motifnya sama. Pelaku menggunakan minyak [bahan bakar minyak]. Saya rasa ada kaitannya,” ujar Kapolda saat dijumpai wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Kamis (7/2) malam.
Kapolda memperkirakan pelaku teror pembakaran mobil saat ini memang tengah mencari sasaran di daerah lain di luar Kota Semarang. Hal itu dikarenakan pengamanan aparat kepolisian, TNI, maupun masyarakat di Kota Semarang diperketat.
Pengetatan pengamanan oleh Polri dan TNI ini sudah berjalan selama sepekan terakhir. Tak hanya di kawasan permukiman dengan mengajak masyarakat menggiatkan siskamling, aparat juga menggelar operazi razia kendaraan di jalanan.
Operasi itu difokuskan di daerah perbatasan Semarang guna mempersempit gerak pelaku teror. Sasaran operasi merupakan pengendara kendaraan roda dua. “Mereka mencari celah. Mencari daerah-daerah yang tingkat keamanannya rendah. Maka itu, kami minta masyarakat Jateng, tak hanya di Semarang, untuk meningkatkan kewaspadaan supaya kejadian serupa [teror] tidak terjadi lagi,” imbuh Kapolda.
Intelijen Kodam
Terpisah, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, siap mengerahkan prajuritnya untuk membantu polisi mengatasi teror yang hingga kini belum terungkap siapa pelaku dan apa motifnya. Tak hanya prajurit dari unsur bintara pembina masyarakat (babinsa), Pangdam juga siap menyebar intelijen jika dibutuhkan.
“Intinya kami siap membantu, baik pengungkapan kasus secara preventif maupun pengamanan, intelijen sudah pasti akan kami perbantukan,” ujar jenderal bintang dua itu.
Teror pembakaran mobil ini memang sangat meresahkan masyarakat Jateng. Setidaknya sudah ada 27 kejadian pembakaran di empat kabupaten dan kota di Jateng.
Dari empat daerah itu, Kota Semarang paling banyak dengan 17 kasus. Sementara Kendal 8 kejadian, Kabupaten Semarang dan Grobogan masing-masing satu kejadian.
Belum diketahui apa tujuan pelaku melancarkan teror. Namun, seluruh modusnya hampir sama, yakni dilakukan saat dini hari dan menyasar korban yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan maupun garasi rumah yang tak tertutup rapat. (JIBI/Semarangpos.com)