TPS Liar Timbulkan Bau Busuk

Bony Eko Wicaksono

Bau busuk menyengat hidung saat Koran Solo melewati jalan Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Sontak, Koran Solo dan sejumlah pengendara sepeda motor lainnya menutup hidup lantaran saking menyengatnya bau tak sedap dari sampah yang dibuang di lahan kosong di pinggir jalan.
Gunungan sampah terlihat di dua lokasi di pinggir jalan yang menghubungkan antara wilayah Desa Sanggrahan dan Desa Gedangan. Saking banyaknya, tumpukan sampah meluber ke bahu jalan. Tak ayal, kondisi ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan warga setempat. “Saya risih saat melewati lokasi TPS liar karena bau tak sedap di sekitar lokasi TPS liar. Baunya sangat menyengat hidung terutama saat sore hari,” kata warga Desa Sanggrahan, Iwan Setiawan, saat berbincang dengan Koran Solo, Jumat (8/2).
Saat hujan lebat, tumpukan sampah berceceran di jalan. Sampah rumah tangga dan plastic bercampur yang menimbulkan bau tak sedap. Untungnya, lokasi TPS liar itu jauh dari permukiman penduduk.
Saking baunya, para pengendara sepeda motor harus memakai masker penutup hidung saat melewati gunungan sampah itu. “Tak sedikit pengendara sepeda motor yang memilih melewati jalan lain. Mereka tak ingin mencium bau busuk dari TPS liar di pinggir jalan,” ujar dia.
Mayoritas pembuang sampah berasal dari luar Desa Sanggrahan. Biasanya, mereka membuang sampah saat kondisi jalan sepi pada malam hari. Para pembuang sampah mengendarai sepeda motor dan langsung membuang berbagai sampah rumah tangga.
Iwan menceritakan tetangga rumahnya pernah memergoki pengendara sepeda motor yang membuang sampah di TPS liar. Saat itu, pengendara sepeda motor itu langsung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. “Warga kesulitan mengawasi karena pengendara sepeda motor membuang sampah pada malam hari. Bukan warga sini [Desa Sanggrahan]. Warga setempat justru tak berani membuang sampah sembarangan di pinggir jalan raya,” tutur dia.
Hal senada diungkapkan pengendara sepeda motor asal Desa Kudu, Kecamatan Baki, Suripto. Dia mengaku tak nyaman saat melewati TPS liar lantaran bau busuk. TPS liar itu muncul sejak beberapa tahun lalu.
Dia meminta instansi terkait agar memasang papan peringatan di sekitar lokasi TPS liar. Tujuannya masyarakat mengetahui larangan membuang sampah sembarangan. Masyarakat harus membuang sampah di TPS di wilayah masing-masing. “Sudah ada regulasi yang mengatur larangan membuang sampah sembarangan. Jika ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan harus diberi sanksi sebagai efek jera,” kata dia.