Air Bah Renggut Nyawa 3 Warga Bandung

BANDUNG—Banjir bandang yang terjadi akibat jebolnya tanggul penahan air sungai saat hujan deras pada Sabtu (9/2) malam menyebabkan sedikitnya 12 rumah rusak tiga orang meninggal dunia.
Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil prihatin banjir bandang yang terjadi di Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu malam, sampai menyebabkan tiga warga meninggal dunia.
”Yang terkena kalau tidak salah sekitar 12 rumah ya dan mudah-mudahan tidak banyak yang terkendala, ada tiga yang meninggal, kita turut berduka cita dan prihatin,” kata Gubernur yang biasa disapa Emil itu di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Minggu (10/2).
Gubernur telah meminta Bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melakukan upaya tanggap darurat ke lokasi bencana banjir.
”Saya harap Pemkab melalui BPBD Kabupaten Bandung bisa segera dalam menyelesaikan masalah pascakejadian waktu dekat ini dan situasi di sana kembali menjadi normal,” kata dia.
Dia juga berpesan kepada warga Jawa Barat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana alam, selalu waspada selama musim hujan.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser meninjau lokasi bencana banjir bandang akibat tanggul jebol di Kompleks Jatiendah Regency, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pantauan detikcom, Minggu, Dadang tiba sekitar pukul 11.00 WIB didampingi Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan dan Kepala BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara.
”Kabupaten Bandung dinyatakan sebagai daerah bencana nomor 12 di Indonesia. Bencana yang kerap terjadi di antaranya bencana longsor, bencana banjir dan puting beliung. Hari ini kejadian menimpa warga Jatiendah Kecamatan Cilengkrang,” kata Dadang di lokasi kejadian.
Dadang mengatakan air yang masuk ke pemukiman warga berasal dari anak Sungai Cipanjalu.
“Bentengnya jebol dan mengakibatkan beberapa rumah rusak berat, jumlahnya 12 rumah hancur. Menelan korban tiga orang meninggal, luka berat ada satu orang, dua orang luka ringan sedang di rawat di Rumah Sakit Santosa,” katanya.
Pihaknya terus memperingatkan warga agar tetap hati-hati dengan kejadian bencana alam. Menurutnya kejadian tanggul jebol seperti ini sulit dipredikisi.
”Ini memang kejadian sulit diprediksi. Terjadi di kompleks perumahan, dikira benteng ini aman ternyata bisa jebol dengan air, dan airnya menjadi banjir bandang,” ujar Dadang.
Dalam kesempatan itu Dadang berterima kasih kepada tim gabungan yang bersinergi melakukan evakuasi warga dan reruntuhan bangunan.
”Alhamdulillah terimakasih kepada Polres Bandung, Dandim [Kodim] secara sigap, Zipur dengan BPBD tadi pagi membantu agar aliran sungai tidak lagi ke penduduk agar kembali ke jalurnya,” ucapnya. (Antara/Detik)