Atap Masjid Sriwedari dari Sirap Ulin

SOLO—Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) hingga Kamis (25/1) mencapai 25%. Konstruksi dasar masjid sudah rampung dikerjakan. Sedangkan atapnya berupa sirap dari kayu ulin asal Kalimantan.
Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan MTSS, M. Farid Sunarto, mengatakan ada beberapa calon ruangan penunjang pada bagian basement. Ruangan tersebut bisa digunakan untuk seminar, rapat, maupun kajian. Selain itu, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk akad nikah. Di setiap sudut bangunan, juga sudah tampak calon menara penunjang setinggi 30 meter, sementara menara utamanya dibikin setinggi 114 meter.
“Di samping masjid sudah tampak bakal bangunan rumah singgah. Seluruhnya sudah 25%. Mudah-mudahan segera selesai dan dapat digunakan,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (9/2).
Wakil Wali (Wawali) Kota Solo yang juga Ketua Panitia Pembangunan MTSS, Achmad Purnomo, menyebut panitia menunggu kedatangan kayu ulin dari Kalimantan yang akan digunakan untuk sirap utama masjid. Diperkirakan kayu itu tiba pada pertengahan Februari. MTSS bakal berbeda dibandingkan masjid yang jamaknya bercirikan kubah.
“Masjid Sriwedari berbentuk joglo. Hampir sama dengan Masjid Demak. Masjid juga membawa konsep go green mempertimbangkan sejarah yang melekat pada Sriwedari sebagai kebun raja alias bon rojo,” kata dia.
Dia berharap MTSS tak hanya jadi tempat peribadatan, juga wisata religi.
Soal pendanaan, Purnomo masih enggan menyebut detail jumlah sumbangan yang diperoleh. Dia hanya menyampaikan sumbangan dari sejumlah perusahaan besar terus mengalir. “Totalnya tidak hafal,” jelas dia. (Mariyana Ricky P.D./JIBI)