E-Tilang Diawali di 3 Ruas Jalan

ICHSAN KHOLIF RAHMAN

SOLO—Satlantas Polresta Solo menyusul langkah Polrestabes Semarang dan Polres Klaten menerapkan sistem penanganan pelanggaran lalu lintas secara electronic traffic law enforcement (ETLE) atau e-tilang.
Sebagai langkah awal, Polresta Solo akan menerapkan ETLE di tiga kawasan tertib lalu lintas yakni Jl. Slamet Riyadi, Jl. Adisucipto, dan Jl. A. Yani.
Satlantas Polresta Solo melakukan sosialisasi penerapan ETLE itu saat car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi pada Minggu (10/2) pagi di depan Markas Satlantas Polresta Solo. Kanit Regident Satlantas Polresta Solo, AKP Suryo Wibowo, mewakili Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Safii, kepada Koran Solo, mengatakan sosialisasi dilakukan supaya warga Kota Solo mengerti mulai Rabu (13/2) penerapan e-tilang sudah dilakukan.
“Masyarakat gagal paham dengan e-tilang dengan banyaknya pertanyaan di mana lokasi CCTV yang dipasang oleh Satlantas. Seharusnya sikap masyarakat menaati peraturan lalu lintas agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Hal itu kami maklumi, kemungkinan masyarakat tidak ingin melakukan pelanggaran pada lokasi yang terpasang CCTV,” ujarnya.
Walau hanya sebatas tahapan sosialiasi, segala bentuk pelanggaran tetap akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku. Ia menambahkan dengan e-tilang akan menekan jumlah pelanggar lalu lintas yang berdampak pada penurunan angka kecelakaan di Kota Solo yang disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas.
Nantinya, pelanggar yang tertangkap kamera CCTV akan terpantau dari ruang Traffic Management Control (TMC) Satlantas Polresta Solo. Pengguna jalan yang melanggar akan diambil buktinya dengan cara screenshoot yang akan ditelusuri nomor pemilik kendaraan lalu dikirim melalui pos kepada alamat yang tertera. Pelanggar bisa membayar melalui bank atau sidang di pengadilan pada umumnya.
Menurutnya, pelanggar lalu lintas diberikan waktu empat hari untuk melakukan konfirmasi kepada Satlantas. Hal itu sebagai upaya ketika nomor kendaraan telah berpindah tangan atau kendaraan pemilik asli sedang dipinjam. Ketika sudah dilakukan konfirmasi, Satlantas akan mengirimkan surat tilang dan bukti ke yang bersangkutan.
Menurutnya, Satlantas telah melakukan pengecekan di 66 lokasi kamera CCTV yang tersebar di persimpangan Kota Solo. Saat ini CCTV dalam kondisi baik, meskipun cuaca sedang buruk, kamera CCTV milik Satlantas akan tetap dapat menangkap gambar dengan baik.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo, mengatakan penerapan e-tilang saat ini tidak menggunakan kamera CCTV milik Dinas Perhubungan. Menurutnya, Satlantas juga memiliki kamera CCTV yang memadahi. Namun, ia mengaku siap apabila nantinya ada koordinasi lebih lanjut mengenai e-tilang mengingat Dinas Perhubungan juga memiliki kamera CCTV yang memadahi.
Warga Kecamatan Banjarsari, Yoga Marhandra, mengatakan diberlakukannya e-tilang akan membuat masyarakat tertib dalam berkendara. Menurutnya saat ini masih ditemukan pengendara yang tidak tertib dalam berlalu lintas dengan berbagai alasan seperti jarak yang dekat. Ia berharap e-tilang benar-benar efektif dalam menekan jumlah pelanggar lalu lintas. (JIBI)