orang datangi RSUD ingin mengadopsi Warga Dikagetkan Tangisan Bayi di Parit Pinggir Sawah

KLATEN—Bayi perempuan ditemukan di parit jalan menuju Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Sabtu (9/2) petang. Bayi yang diperkirakan baru lahir itu dalam keadaan hidup dan kini dirawat di RSUD Bagas Waras.
Parit itu berada di dekat jembatan tengah area persawahan, 100 meter dari perkampungan. Parit itu berada di tepi jalan yang menuju Desa Karangpakel. Bayi ditemukan sekitar pukul 17.25 WIB ketika ada warga mendengar suara bayi di tengah sawah.
Warga Desa Karangpakel, Sutikno, 56, mengatakan kondisi bayi dalam keadaan hidup dan diperkirakan belum lama lahir. Saat ditemukan, bayi masih berlumuran darah. “Saya saat itu melintas kondisi sekitar lokasi kejadian sudah ramai. Bayi juga sudah dibawa ke klinik. Namun dari cerita warga, saat diselamatkan itu bayi sempat digendong dengan posisi kepala di bawah agar air yang sudah terisap keluar,” kata Sutikno saat ditemui wartawan, Minggu (10/2).
Warga tak mengetahui orang tua bayi tersebut. Ia menjelaskan jalan di sekitar lokasi penemuan tak hanya menjadi akses bagi warga Desa Karangpakel. Jalan tersebut bisa terhubung dengan wilayah lain di Kecamatan Bayat dan Kalikotes. “Kondisi jalan sebenarnya tidak terlalu sepi. Baik warga dari Karangpakel atau dari desa lainnya sering melintas,” tuturnya.
Seusai dibawa ke Klinik Nova Medika, Kecamatan Trucuk, bayi perempuan itu dibawa ke RSUD Bagas Waras. Hingga Minggu siang, bayi masih dirawat di salah satu ruangan rumah sakit yang berada di Kelurahan Buntalan Kecamatan Klaten Tengah itu.
Komandan regu keamanan RSUD Bagas Waras, Purwoko, membenarkan bayi perempuan itu dibawa ke RSUD Bagas Waras pada Minggu malam. Kondisi bayi normal dan sehat.
Purwoko mengatakan banyak warga yang berdatangan serta ingin mengadopsi sang bayi. Tak hanya dari Klaten, warga yang menyampaikan keinginan untuk mengadopsi juga berasal dari Jogja. “Selama Minggu siang ini saja sudah ada empat orang yang ingin menengok bayi dan mengadopsinya. Namun, kami sampaikan untuk sementara bayi tidak bisa ditengok terlebih dahulu. Soal adopsi tentunya ada proses yang harus dilalui. Yang jelas, kondisi bayi dalam keadaan sehat,” jelas dia.
Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, melalui Kapolsek Trucuk, AKP Aleg Ipanudin, mengatakan saat ditemukan bayi tali pusar dalam kondisi sudah dipotong namun masih terlihat basah. Ia menjelaskan bayi perempuan itu memiliki berat sekitar 2,3 kg dan panjang 45 cm. “Kami masih terus mengumpulkan keterangan untuk mengungkap orang tua bayi dan siapa yang meletakkan bayi di bawah jembatan itu,” kata Kapolsek. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI)