PEMBERANTASAN NARKOBA BNN Tangkap Penyelundup 11 Kg SS di Banten

BANTEN—Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu (SS) di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Serang, Banten. Sabu-sabu seberat 11 kilogram disembunyikan di dalam truk yang dibawa oleh pelaku.
”Ada dua orang tersangka yang kami amankan yakni Adnan A Razak dan Maimun,” kata Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari kepada detik.com, Minggu (10/2).
Awalnya BNN mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya upaya pengiriman SS menuju Jakarta via Pelabuhan Banten. Pemberi informasi menyebutkan SS itu diangkut dengan menggunakan dua unit truk tronton.
Tim BNN bersama dengan Bea dan Cukai serta otoritas Pelabuhan Bandar Bakau Jaya kemudian melakukan penyelidikan. Truk langsung disergap begitu keluar dari kawasan pelabuhan.
”Kemudian kami meng-geledah truk yang dicurigai, dibantu anjing pelacak [K-9],” katanya.
Informasi tersebut benar adanya. Tidak lama, tim menemukan barang yang dicurigai yang disembunyikan di bak kayu bagian depan truk. ”Jumlah total ada 11 kilogram yang dimasukkan dalam 10 bungkus besar dan 7 bungkus kecil,” imbuh Arman.
Saat ini tersangka berikut barang bukti dibawa ke kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur. BNN masih mengembangkan kasus untuk mengejar bandar.
Sebelumnya, sembilan anggota komplotan bandar SS 9 kilogram, Letto cs, divonis mati oleh PN Palembang. Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali turut mengapresiasi serta menyebut kasus narkoba sebagai kasus prioritas.
”Narkoba ini atensi khusus dan harus diprioritaskan dalam persidangannya. Ini adalah perkara yang harus jadi prioritas selain kasus korupsi,” ujar Hatta Ali saat berkunjung ke PT Palembang, Jumat (8/2).
Untuk kasus narkoba jaringan Letto cs, Hatta menilai memang barang buktinya cukup besar. Termasuk aset-aset para bandar yang disita polisi dari hasil transaksi barang haram sabu.
”Saya lihat barang buktinya ini memang cukup banyak. Untuk kasus narkoba ini perlu diberikan ganjaran keras, kenapa? Karena ini merusak tatanan bangsa kita. Apalagi generasi muda, jadi perlu diberi pelajaran,” katanya.
Secara terpisah, Ketua PN Palembang Bongbongan
Silaban mengatakan dari putusan itu, PN Palembang berkomitmen pada pemberantasan narkoba. Bahkan PN Palembang kini mendapat kiriman bunga dari masyarakat.
”Putusan hakim lebih berat daripada tuntutan JPU. Itu sesuai bukti di persidangan dan kalaupun ada pro-kontra biasa saja, tapi hari ini kami mendapat banyak karangan bunga dari masyarakat,” kata Silaban.
Untuk diketahui, sembilan anggota komplotan bandar sabu asal Surabaya, Jawa Timur, Letto cs, divonis hukuman mati oleh hakim PN Palembang. Majelis menilai Letto cs terbukti sebagai bandar narkoba 9 kg lintas provinsi. (Detik)