Menanti Ultimatum Abramovich

MANCHESTER—Maurizio Sarri menjanjikan secercah harapan ketika didatangkan Chelsea dari Napoli, Juli 2018 lalu.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@solopos.co.id

Permainan atraktif plus tak terkalahkan di 12 laga awal Liga Premier membuat fans Chelsea optimistis klub mereka bakal kembali bersaing di perebutan gelar. Sayang, harapan itu mulai bertepuk sebelah tangan.
Sarri hanya butuh delapan bulan untuk menorehkan kekalahan terburuk Chelsea dalam sejarah Liga Premier sekaligus di semua kompetisi. Ini terjadi setelah The Blues secara mengejutkan dipermak Manchester City dengan skor 0-6 di Etihad, Senin (11/2) dini hari WIB. Hasil itu merupakan kekalahan terbesar The Blues setelah diremukkan Nottingham Forest dengan skor 0-7 pada April 1991.
Bagi Sarri, ini adalah kekalahan terburuk dalam kariernya sebagai pelatih. Tak pernah sebelumnya pelatih berusia 60 tahun itu menelan kekalahan dengan margin lebih dari empat gol. Saking dongkolnya dengan hasil memalukan tersebut, Sarri menghindari jabat tangan dengan Pelatih City, Josep “Pep” Guardiola, seusai pertandingan. Sarri pilih langsung ngeloyor ke lorong pemain meski Pep sudah berdiri dan mengulurkan tangannya. “Dia tidak melihat saya, tidak masalah,” ujar Guardiola seperti dilansir standard.com, Senin.
The Blues memang tak ubahnya ayam sayur ketika bertandang ke markas City. Saat laga baru berjalan 25 menit, mereka sudah kebobolan empat gol melalui Raheem Sterling, Sergio Aguero (2 gol) dan Ilkay Gundogan. Tambahan gol Aguero dari titik putih serta gol kedua Sterling di babak kedua menambah nestapa Chelsea di Etihad. Hasil itu membuat Chelsea selalu kalah dalam tiga laga tandang beruntun di Liga Premier tahun 2019. Catatannya pun memalukan, kebobolan 12 gol tanpa sekalipun mencetak gol. Kekalahan ini juga membuat Arsenal tak perlu susah payah menggeser Chelsea dari peringkat kelima klasemen menyusul keunggulan produktivitas gol.
Masa depan Sarri di Chelsea pun santer dispekulasikan. Sejumlah rumah taruhan di Eropa bahkan menempatkan Sarri di posisi teratas sebagai manajer yang bakal segera dipecat. Hal ini bukan tak mungkin terjadi melihat sejarah Chelsea yang hobi bongkar pasang pelatih. Sarri enggan menanggapi nasibnya di Stamford Bridge. Dia justru berharap ditegur langsung oleh pemilik Chelsea, Roman Abramovich.
“Jika presiden memanggil, saya akan senang mengingat saya belum pernah mendengar dia berbicara. Jujur saya tidak tahu harus berharap apa,” ujar Sarri seperti dilansir skysports.com.
Bagi City, kemenangan itu mengembalikan mereka ke singgasana sementara dengan keunggulan selisih gol atas Liverpool. Guardiola menyampaikan simpati pada pelatih Chelsea. Dia mengetahui betapa sulitnya musim pertama di Liga Premier. “Orang seperti ini, pertandingan-pertandingan semacam ini, sepak bola membantu membuatnya lebih baik.” (JIBI)