SGS Butuh Sosialisasi Maksimal

SOLO—Meski Solo Great Sale (SGS) disambut antusias oleh masyarakat Solo, namun masih ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi, salah satunya terkait sosialisasi kepada masyarakat dan peserta.

BAYU JATMIKO ADI
redaksi@koransolo.co

Salah satu warga, Elsa, mengatakan sebagai warga Soloraya, kegiatan SGS menjadi kesempatan untuk berbelanja sambil mengumpulkan kupon berhadiah. Siapa tahu, nanti bisa mendapatkan hadiah utama berupa rumah. Banyaknya lokasi belanja yang menjadi peserta SGS cukup memudahkan masyarakat untuk mengakses program tersebut. Namun dari pengalamannya, belum semua sarana dan prasarananya siap. Termasuk mengenai sosialisasi program SGS kepada masyarakat dan peserta SGS.
Dia menceritakan pada Sabtu (2/2) lalu berbelanja di Luwes Gading.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Dengan jumlah transaksi yang menurutnya cukup untuk menukarkannya dengan poin SGS, dia berencana menggunakan kartu SGS 2017 miliknya. ”Tapi saat dicek, kartu saya tidak terdata. Mau bikin kartu lagi di Luwes juga tidak bisa karena KTP sudah digunakan untuk kartu sebelumnya. Akhirnya diminta mengecek dulu ke kantor Kadin [Kamar Dagang dan Industri] Solo,” kata dia kepada Koran Solo, Senin.
Setelah dicek di Kantor Kadin Solo, akhirnya persoalannya terselesaikan. Kartu SGS miliknya kembali bisa digunakan. Namun, menurut Elsa, bagi masyarakat lain yang belum mengerti alurnya, atau mengetahui keberadaan Kantor Kadin Solo, akan kebingungan.
Pengalaman lain juga dialaminya belum lama ini. Saat berbelanja buku di salah satu pasar tradisional di Solo. ”Tapi pedagang yang kiosnya sudah ditempeli stiker atau banner SGS, sepertinya tidak memahami tentang programnya [SGS]. Ditanya apakah bisa ditukarkan poin SGS? Mereka tidak mengerti,” kata warga Ngemplak, Boyolali itu. Akhirnya dirinya mendatangi kantor kepala pasar untuk mendapatkan informasi. Namun ternyata di lokasi tersebut juga belum siap untuk perangkat penukaran poin. ”Akhirnya bisa menukarkan poin di Kantor Kadin. Di sana bisa dan pelayanannya bagus,” terang dia. Dia berharap kondisi serupa tidak terjadi di tempat lain. Dia berharap pelaksanaan SGS ke depan berjalan dengan baik, dengan didukung oleh infrastruktur serta sosialisasi yang baik.
Di sisi lain para pedagang pasar tradisional peserta SGS serta pengelola pusat perbelanjaan peserta SGS telah berupaya untuk menyosialisasikan program SGS kepada masyarakat. Salah satu pedagang Pasar Sangkrah, Kusmadi, mengatakan untuk bisa menggaet pengunjung pasar mengikuti program SGS, pihaknya turut memberikan informasi kepada setiap pengunjung. ”Selalu kami sampaikan dengan iming-iming bisa mendapat rumah atau mobil,” kata dia kepada Koran Solo, Senin. Dia menilai respons masyarakat terhadap program SGS cukup baik. Meskipun untuk jumlahnya belum bisa meningkat signifikan dari tahun lalu.
Salah satu pengelola produk Sambal Pecel Bu Jayus, Yaning, mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kiosnya yang berada di Pasar Gading juga mengikuti event SGS. Dia menyebut untuk menarik minat pembeli, pihaknya juga turut menyosialisasikan program SGS kepada pelanggan. ”Kalau ada yang datang ya kami jelaskan secara rinci. Kalau beli sekian dapat poin untuk undian dengan hadiah menarik. Harus kami sendiri yang bilang ke pembeli,” kata dia.
Trik
Penanggung jawab Public Relations Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina, mengatakan salah satu trik untuk menyosialisasikan program SGS ke pengunjung mal adalah dengan memberitahukan langsung ke pelanggan. ”Kami juga ada yang namanya tim Tenant Relationship Officer yang selalu mengingatkan ada SGS sampai akhir Februari. Kemudian kami ada dekorasi spesial SGS,” kata dia.
Sementara itu panitia SGS 2019 menyebutkan untuk saat ini data jumlah transaksi SGS masih terus diperbarui. ”Kemungkinan sudah sekitar Rp50 miliar. Tapi ini belum masuk secara keseluruhan, terus update datanya,” kata Gareng S. Haryanto, mewakili panitia SGS 2019. Dia menjelaskan semua kartu SGS meskipun yang berasal dari tahun lalu masih bisa digunakan.
Terkait sarana dan prasarana penukaran poin, Gareng menyebut saat ini sudah tersedia lengkap di semua lokasi SGS. Baik di mal, hingga di pasar tradisional. ”Ketika ada kendala, bisa segera menginformasikan ke Kadin, nanti akan ada petugas yang ditugaskan ke lokasi,” kata Gareng. (JIBI)