Lanud Iswahjudi Adakan Simulasi Pengamanan

MAGETAN—Sebanyak 563 prajurit TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Iswahjudi disiapkan untuk mengantisipasi ancaman di wilayah Madiun Raya saat pelaksanaan Pemilu 2019.
Para prajurit TNI AU ini juga dilatih bagaimana menanggulangi kerusuhan saat Pemilu berlangsung melalui simulasi penangan kerusuhan di lapangan Lanud Iswahjudi Magetan, Senin (11/2).
Dalam simulasi pengamanan Pemilu ini, skenarionya ada seorang anggota KPU yang bertindak tidak fair dan memihak salah satu calon. Akibatnya massa tidak puas terhadap anggota KPU tersebut.
Massa pun melakukan aksi demonstrasi dan anarkis dengan mendorong-dorong petugas. Selanjutnya, anggota KPU yang diduga tidak fair itu masuk ke kawasan Lanud Iswahjudi. Massa yang tidak terima mengejarnya dan melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang masuk Lanud Iswahjudi.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pasukan dari Lanud Iswahjudi mencegah massa yang hendak menerobos pintu gerbang. Setelah anggota KPU itu ditangani petugas Lanud Iswahjudi, baru massa membubarkan diri.
Kasikamhanlan Lanud Iswahjudi, Letkol Pas Wimbo Nugroho, mengatakan tujuan digelarnya simulasi ini yaitu untuk mengantisipasi saat terjadi kerusuhan dalam ajang Pileh maupun Pilpres yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. “Jadi melatih pasukan PHH Lanud Iswahjudi untuk mengatasi gejolak massa yang anarkis, sehingga para prajurit nantinya mampu mempersiapkan diri dalam mengantisipasi setiap gangguan dalam Pemilu 2019,” kata Letkol Pas Wimbo.
Letkol Pas Wimbo yang merupakan koordinator latihan ini menyampaikan latihan pengamanan Pemilu 2019 ini telah dimulai pada 28 Januari dan berakhir pada 12 Februari 2019. Latihan ini diikuti 563 prajurit TNI AU di Lanud Iswahjudi.
”Latihan ini ditutup pada Selasa [12/2] di Lapangan Dirgantara dan ditutup oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo,” ungkapnya.
Sebelum melaksanakan simulasi penanggulangan kerusuhan, kata dia, para prajurit ini mendapatkan pembekalan dengan materi HAM, komunikasi sosial, hukum humaniter, dan sebagainya . (Abdul Jalil/Madiunpos.com)