Longsor, Satu Gedung SD Rusak Parah

CILACAP—Hujan ekstrem yang melanda Kabupaten Cilacap memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah kabupaten paling barat Jawa Tengah sisi selatan ini. Salah satu yang terdampak paling parah adalah Desa Sadabumi, Kecamatan Majenang, Senin (11/2).
Di desa wilayah pegunungan ini, longsor menyebabkan gedung SD, PAUD dan musala rusak. Sebanyak 16 rumah juga terancam oleh gerakan tanah yang terus berlangsung lantaran tingginya curah hujan.
Koordinator Pendidikan Wilayah Majenang, Rohandi, mengatakan gedung SD Negeri 3 Sadabumi rusak parah akibat longsor ini. Kerusakan terjadi pada sejumlah ruang belajar, kantor dan pagar. “Tembok ruang belajar retak-retak. Fondasi kelas juga terangkat lantaran terpengaruh gerakan tanah. Yang sebelah utara itu paling parah,” ucap Rohandi, seperti ditulis liputan6.com, Selasa (12/2).
Akibatnya, Senin kemarin siswa terpaksa diliburkan. Gedung sekolah tak cukup aman untuk proses belajar mengajar. Gerakan tanah juga masih berlangsung sehingga risikonya masih terlalu tinggi.
Dinas pendidikan ber­koordinasi dengan sejumlah pihak lainnya untuk secepatnya mencari tempat belajar sementara siswa agar libur tak berlarut-larut. Pertimbangannya untuk menjaga keselamatan siswa dan guru. ”Juga berbahaya. Saya sendiri tadi ke sana dan takut untuk masuk,” katanya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majenang, Edi Sapto Prihono, mengungkapkan selain merusak gedung SD, longsor juga menyebabkan gedung PAUD dan musala rusak.
Selain merusak fasilitas umum, di tempat ini muncul retakan yang memiliki panjang kurang lebih 100 meter, terbagi menjadi dua titik. Dua titik retakan itu sama-sama mengancam permukiman. Sebanyak 16 rumah yang terdiri dari 51 jiwa. ”Gerakan tanah itu yang justru lebih mengkhawatirkan lagi. Karena ada sekitar 16 rumah yang terancam longsoran,” ucap Edi.
Menurut Edi, hingga saat ini gerakan tanah masih berlangsung. Karenanya, warga disarankan mengungsi ke tempat lebih aman. (JIBI)