Penerangan di Jalur Evakuasi Minim

 

JOGJA—Gunung Merapi tengah menunjukkan aktivitas, namun jalur evakuasi justru minim penerangan. Kondisi ini dikhawatirkan memperlambat proses evakuasi jika suatu waktu terjadi erupsi Merapi.
Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto mengatakan saat ini, jalur evakuasi dan rambu-rambu petunjuk evakuasi yang ada di wilayah Desa Kepuharjo dalam kondisi yang bagus, hanya, kata dia, penerangan jalan di jalur evakuasi jumlahnya masih minim.
”Penerangan jalan di jalur evakuasi yang ada saat ini hanya seadanya yang dipasang dari swadaya masyarakat, namun jumlahnya masih minim karena terkendala jaringan listrik,” kata dia pada Selasa (12/2).
Untuk kebutuhan jumlahnya, ia mengatakan Desa Kepuharjo membutuhkan sekitar 25 lampu penerangan jalur evakuasi, untuk di Jln Kopeng-Tangkisan, Geblok-Kopeng, Glagahmalang-Sidorejo.
”Atau paling tidak untuk di titik kumpul, seperti Masjid Manggong, Masjid Pagerjurang, Lapangan Desa Kepuh,” tambah dia.
Terkait dengan kondisi masyarakat, ia mengatakan masyarakat Kepuharjo sudah sering mendapatkan sosialisasi dari Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Geologi (BPPTKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sehingga sudah mengerti apa yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu.
”Kemarin juga ada suara gemuruh, namun masyarakat tidak panik karena sudah paham, yang justru khawatirnya dari wisatawan, karena tidak tahu jika terjadi sesuatu apa yang harus dilakukan,” ucap dia.
15 Titik
Hal senada diungkapkan Kepala Desa Glagaharjo Suroto. Dia mengatakan selama ini lampu penerangan yang ada di jalur evakuasi dipasang oleh masyarakat sekitar dengan kondisi yang seadanya.
”Untuk lampu penerangan yang besar, jika mengambil titik-titik yang strategis, kurang lebih butuh 15 titik, sekitar 7 KM, dari pasar Glagaharjo butuh sampai ke Dusun Kalitengah Lor, Dusun paling atas,” ucap dia.
Sementara itu, Tim Sar Cangkringan telah melakukan pemasangan rambu-rambu berupa spanduk bertuliskan jalur evakuasi pada Senin (11/2), rambu-rambu itu dipasang di 10 titik keramaian mulai dari Dusun Petung dan Tangkisan, Desa Umbulharjo hingga Desa Wukirsari.
”Ini bagian dari mitigasi kami sebagai SAR yang ada di cangkringan ini, tentunya untuk pengurangan resiko bencana, kita harus mengantisipasi hal dari yang kecil seperti pemasangan rambu evakuasi, untuk memberikan rasa aman,” ucap dia. (JIBI/Harian Jogja/Yogi Anugrah)