KPU Gunungkidul Mulai Rakit Kotak Suara

JOGJA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul mulai merakit kotak suara berbahan dupleks sejak Selasa lalu (12/2). KPU meminjam gedung bekas pengadilan agama Wonosari untuk merakitnya. Jumlah kotak suara berbahan dupleks untuk Gunungkidul sebanyak 13.868 kotak suara.
Komisioner KPU Gunungkidul, Rohmad Komaruddin, mengatakan untuk menyimpan kotak suara yang telah dirakit akan dibagi menjadi dua tempat yaitu di gedung bekas pengadilan agama dan gudang milik KPU Gunungkidul. KPU sendiri terkendala tempat untuk menaruh kotak suara berbahan dupleks.
“Kami coba maksimalkan tempat yang kami miliki,” kata dia saat ditemui di Kantor KPU Gunungkidul, Rabu (13/2)
Dia menjelaskan pada hari pertama perakitan hanya memperkerjakan empat orang saja. Namun kemudian dilakukan penambahan tenaga untuk merakit kotak suara berbahan dupleks. “Ada penambahan 11 orang, jadi totalnya 15 orang,” imbuhnya
Pada hari pertama perakitan pekerja mampu merakit kurang lebih 330 kotak suara. Lantaran para pekerja baru pertama kali melipat kotak suara berbahan dupleks, namun demikian pada hari ini KPU Gunungkidul menargetkan sekitar 1.000 kotak suara yang dapat dirakit.
Mengingat bahan kotak suara yang dibuat dari karton dupleks, maka membutuhkan perawatan yang berbeda. Upaya yang dilakukan adalah membuat palet dari kayu yang tingginya 15 sentimeter, selain itu juga dilakukan penyemprotan fumigasi yang bekerjasama dengan Bulog agar tidak dimakan rayap.
Salah satu perakit kotak suara berbahan dupleks, Dika Prasetya, menuturkan ia sedikit mengalami kesulitan ketika merakit kotak suara tersebut. Pasalnya pada bagian bawah kotak suara ada dua buah lubang yang harus dikunci.
Menurut dia hingga saat ini ditemukan dua buah kotak suara berbahan dupleks yang tidak ada lubang pengaitnya. Kemudian kotak suara tersebut akan dilaporkan ke KPU untuk dimintakan gantinya. Dia dan teman-temannya diberi target waktu sepekan untuk menyelesaikan perakitan kotak suara. (JIBI/Harian Jogja/Rahmat Jiwandono)