Radioterapi bagi Penderita Kanker

Angka kasus kanker di dunia semakin meningkat. Bahkan, diprediksi satu orang terdiagnosis terkena kanker setiap detik dan orang meninggal karena kanker setiap detiknya.
Obat kanker pada dasarnya tergantung pada jenis dan stadium dari penyakit ini, potensi efek samping, serta pilihan, dan kesehatan umum dari pasien.
Salah satu pengobatan yang banyak diterapkan adalah radioterapi atau terapi radiasi dengan memanfaatkan sinar sebagai energi intensif membunuh sel kanker.
Terapi radiasi pada umumnya menggunakan kekuatan sinar X. Namun, terapi atas penyakit ini bisa juga dengan memanfaatkan kekuatan proton atau jenis energi lain.
Terapi radiasi berfungsi merusak sel kanker dengan menghancurkan materi genetika sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan diri sel kanker.
Dokter spesialis radioterapi RS Indriati Solo Baru Nadia Cristina menuturkan bahwa radiasi yang diterima dapat berupa terapi tunggal atau bisa juga dikombinasikan dengan metode pengobatan lainnya seperti kemoterapi maupun tindakan operasi atau pembedahan.
Radioterapi ini bertujuan untuk merusak rantai DNA pada sel kanker. Cara ini dapat digunakan untuk pengobatan kanker yang bersifat kuratif maupun paliatif sehingga paling tidak, cara ini dapat mengurangi ukurannya atau menghilangkan gejala dan gangguan yang menyertainya.
Radiasi menghancurkan material genetik sel, sehingga sel tidak dapat membelah dan tumbuh lagi. “Harus disadari, bahwa tidak hanya sel kanker yang hancur oleh radiasi, tetapi sel normal juga,” ujarnya, belum lama ini.
Oleh karena itu, dalam terapi radiasi diusahakan agar semaksimal mungkin dosis radiasi mengenai target kanker dan sedapat mungkin menghindari sel sehat di sekitarnya.
Radiasi dapat digunakan untuk mengobati hampir semua jenis kanker, termasuk kanker otak, payudara, leher rahim, tenggorokan, paru-paru, pankreas, prostat, kulit, leukemia, limfoma, dan sebagainya.
Cara dan dosisnya tergantung pada banyak hal, antara lain jenis kanker, lokasi, organ sehat sekitar, kesehatan umum pasien, riwayat medis, dan pengobatan pasien sebelumnya.
Dia menjelaskan setidaknya ada tiga macam terapi radiasi. Pertama, radiasi eksternal yakni penyinaran yang berasal dari sumber radiasi yang terletak di luar tubuh pasien.
Kedua, radiasi internal berasal dari sumber yang terletak di dalam tubuh pasien dengan cara diimplan. Ketiga, radiasi sistemik yang menggunakan aliran darah ke seluruh tubuh.
Dari ketiga jenis terapi radiasi tersebut yang paling banyak digunakan adalah terapi radiasi eksternal. Salah satu pelayanan dengan metode radiasi eksternal kini menggunakan pesawat radioterapi yang diklaim mutakhir, yaitu linear accelerator (Linac).
Teknologi Linac mampu memfokuskan radiasi secara akurat pada daerah tumor dan sedapat mungkin mampu menghindari sel-sel sehat dari efek radiasi secara optimal.
Ada sejumlah keunggulan penggunaan Linac, di antaranya waktu penyinaran yang sangat singkat, sehingga lebih aman bagi pasien. Akurasi linac dalam fokus penyinaran lantaran teknologi ini hanya fokus pada daerah target, sehingga jaringan yang sehat tidak ikut terkena dampak kerusakan.
Teknologi tersebut juga telah mampu menjamin terapi yang terintegrasi dengan treatment planning yang terinformasikan dengan bantuan software manajemen yang canggih. Linac juga mampu mengatasi variasi pergerakan tumor terhadap organ-organ di sekitarnya. (JIBI/Bisnis Indonesia/Herdiyan)