MENARI KOLOSAL Sejumlah Penari Pingsan Seusai Pecahkan Rekor Muri

PONOROGO—Sejumlah penari jathil yang ikut dalam kegiatan pertunjukan tari jathilan kolosal di Alun-alun Ponorogo pingsan. Mereka terlihat kelelahan setelah megikuti kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) tersebut, Minggu (17/2).
Jumlah peserta kegiatan Gebyar 2019 Penari Jathil yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo ini sebanyak 2.062 orang. Mereka secara bersama-sama menari mengikuti irama gendang musik. Kegiatan tari jathilan secara kolosal dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu matahari masih terik.
Ribuan penari jathil yang merupakan siswi SLTA dan SLTP se-Ponorogo itu kemudian melakukan tarian jathilan sekitar 30 menit. Seusai pertunjukan, beberapa penari jathil tersebut terlihat lemas dan ambruk.
Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) kemudian mendatangi penari yang ambruk itu dan memberikan pertolongan pertama. Para penari tersebut terlihat sangat kelelahan. Selanjutnya mereka diangkut menggunakan mobil ambulans dan dibawa ke posko kesehatan.
Salah seorang penari, Salsabila, mengatakan sangat senang bisa ikut memecahkan rekor Muri tersebut. Ia menuturkan di kelompoknya ada dua orang yang pingsan saat sedang menari. ”Tadi ada dua teman yang dilarikan karena sudah tidak kuat. Kemungkinan terlalu capek,” kata dia. Salsabila mengaku kegiatan ini memang menguras tenaga. Apalagi cuacanya sangat panas dan matahari sangat terik.
Seusai menari secara kolosal, perwakilan dari Muri kemudian menyerahkan piagam pemecahan rekor Muri untuk penari jathil terbanyak kepada Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.
Kepada wartawan, Ipong me-nyampaikan tari jathilan yang diperagakan secara kolosal tersebut merupakan persembahan masyarakat Ponorogo. Ini merupakan wujud pelestarian kesenian lokal. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)