Nama Bungsu Warga Sragen Joko Widodo Ma’ruf

SRAGEN—Pasangan Suwarno-Heni memberi nama anak ketiganya yang lahir pada Jumat (11/1) pukul 23.00 WIB sama dengan nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Pasangan suami istri asal Dukuh Kiping RT 047, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen itu, memberi nama Joko Widodo Ma’ruf kepada bungsunya yang berumur 36 hari.
Suwarno dan Heni baru menggelar hajatan besar sebagai wujud syukur atas lahirnya anak laki-lakinya itu pada hari ke-35. Orang Jawa menyebutnya dengan istilah selapanan, yakni tepatnya pada Sabtu (16/2) lalu. Sabtu Pahing itu merupakan weton atau hari lahir Joko Widodo Ma’ruf.
“Yang memberi nama bapaknya karena ngefans dengan Pak Presiden Jokowi. Sebenarnya kami berdua berharap yang lahir anak perempuan. Saya dan suami sudah menyiapkan nama perempuan. Ternyata yang lahir anak laki-laki. Bapak si bayi bilang mau saya kasih nama yang sama dengan orang yang aku suka. Ya, namanya Joko Widodo Ma’ruf,” ujar Heni, 41, saat dihubungi Koran Solo, Minggu (17/2).
Dengan nama yang sama dengan nama capres-cawapres pada Pemilu 2019 membuat si bayi menjadi terkenal dalam hitungan hari. Hampir seluruh warga di wilayah Desa Banaran mengetahui kabar bayi bernama Joko Widodo Ma’ruf itu. Heni berkisah suaminya mengagumi sosok Presiden Jokowi sejak mengandung anak bungsunya itu. Heni melihat suaminya seperti orang ngidam saking senangnya dengan figur Presiden Jokowi.
“Saya lahiran di klinik. Sebenarnya mau lahir normal. Tetapi air ketubannya keburu pecah dan terpaksa sesar. Air ketuban sempat masuk ke tubuh si jabang bayi. Akhirnya, bayi dilarikan ke RSUD Sragen. Bayi dirawat khusus di RSUD selama delapan hari dan akhirnya selamat dan sehat bayinya sampai sekarang. Waktu lahir bobotnya 3,2 kg dan tinggi bayi 51 cm,” ujar Heni.
Hajatan selapanan yang digelar keluarga Suwarno-Heni sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas lahirnya anaknya dalam kondisi selamat dan sehat. Suwarno dikenal sebagai petani biasa dan bukan seorang sukarelawan pendukung Jokowi-Ma’ruf. Heni pun bekerja sebagai pedagang online lewat Facebook untuk produk kecantikan, baju, dan seterusnya. “Yang penting bisa untuk makan hasilnya,” ujarnya.
Kabar lahirnya Joko Widodo Ma’ruf sampai juga ke telinga Kepala Desa (Kades) Banaran, Susilo. Ia yang ditunjuk keluarga Suwarno-Heni untuk menyampaikan atur pambagya harja atau ucapan selamat datang saat hajatan selapanan, Sabtu malam lalu. “Saat itu ya saya jelaskan. Suwarno sengaja memberi nama Joko Widodo ditambahi Ma’ruf karena suka dengan Pak Jokowi. Mungkin Suwarno ini memang pendukungnya Pak Jokowi. Suwarno itu petani biasa yang suka dengan Pak Presiden,” ujarnya.
Susilo menyampaikan sejak bayi itu lahir, namanya sudah tenar se-Desa Banaran. Susilo berdoa semoga bayi Joko Widodo Ma’ruf menjadi anak yang salih, berguna bagi bangsa dan negara serta setelah besar bisa menjadi pemimpin Indonesia seperti Presiden Jokowi.
“Hajatan Sabtu malam itu di-datangi banyak tamu siang dan malam karena bayi itu sudah kondang. Ada anggota DPRD Sragen yang datang juga ke rumah Suwarno. Memang anggota itu rajin turun ke masyarakat,” ujarnya. (Tri Rahayu)