Cokrokusuman Pasang Kamera CCTV

Abdul Hamid Razak

Warga Kampung Cokro­kusuman, Cokro­dining­ratan, Kecamatan Jetis, Jogja, berkomitmen menjadikan Cokrokusuman sebagai kampung tertib sosial. Warga juga berjanji menjalankan tata kehidupan masyarakat yang harmonis dan bebas dari penyakit masyarakat (Pekat).
Cokrokusuman menjadi salah satu kampung di tengah-tengah kota. Perkembangan pembangunan di perkampungan ini cukup pesat. Selain beroperasi sejumlah hotel berkelas, Cokrokusuman juga dikelilingi beberapa kuliner favorit masyarakat. Meski begitu, warga juga tetap mempertahankan dan melestarikan adat kehidupan kampung Jogja yang khas.
Salah satu buktinya, Cokrokusuman mendeklarasikan diri sebagai Kampung Panca Tertib sejak tahun lalu. Tema kampung tertib yang diangkat terkait ketertiban sosial masyarakat. Alhasil, ketertiban masyarakat juga menjadi salah satu yang ditonjolkan warga Cokrokusuman. Tidak hanya tertib, mereka juga tetap menjunjung asap sopan santun dan pemukiman yang nyaman dihuni.
Sopan santun, tepa selira atau tenggang rasa terhadap sesama dipelihara antarwarga. Alhasil, siapa saja yang memasuki atau tinggal di sana diharapkan bisa hidup selaras, damai, berdampingan satu sama lain, saling hormat menghormati, sehingga peri kehidupan aman tentram. ”Warga juga berkomitmen untuk menjalankan tata kehidupan masyarakat yang harmonis dan bebas dari penyakit masyarakat [Pekat],” kata Ketua Forum Kampung Panca Tertib (FKPT) Cokrokusuman G. Herbudi, Minggu (17/2).
Untuk bersama-sama menjaga ketentraman dan keamanan kampung, dia mengatakan warga secara swadaya pun memasang fasilitas CCTV di beberapa titik di wilayah RW 008, 009 dan 011. Dengan penambahan CCTV di titik-titik yang stategis, pihaknya berharap bisa memantau situasi dan kondisi yang aman dan tertib di masyarakat. ”Portal juga kami pasang. Saat ini sudah mencapai 95 persen. Kami berharap agar kegiatan Siskamling bisa menular ke seluruh warga kampung,” katanya.
Lurah Cokrodiningratan Narotama mengatakan untuk mencapai tujuan tersebut pihaknya bersama Babinkamtibmas dan Satpol PP melakukan blusukan ke kampung-kampung untuk mengecek komitmen warga tersebut. ”Kami lakukan patroli terus-menerus tetapi tidak terjadwal. Selain itu tim juga memberikan himbauan-himbauan baik dengan spanduk maupun lisan,” kata Narotama.
Saat pertama digelar pada Jumat (15/2), tim mendatangi lokasi-lokasi yang sebelumnya pernah menjadi tempat tongkrongan kegiatan negatif seperti minum-minuman keras. Setelah dicek tim tidak menemukan sesuatu yang negatif. ”Kami juga mendatangi indekos-indekos dan berinteraksi dengan warga di pos-pos ronda. Dengan kesadaran sendiri, warga sudah mengaktifkan kembali Siskamling di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Selain aktivitas tersebut, warga juga menggalakkan Cokrokusuman sebagai kampung Proklim yang ramah lingkungan. Salah satu yang dikerjakan warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan memilah sampah rumah tangga. Tujuannya untuk memanfaatkan sampah yang masih bisa digunakan dan mengurangi volume sampah. Setiap rumah tangga wajib mengelola sampahnya. (JIBI/Harian Jogja)