Mendikbud Berharap Ada Digitalisasi di SMK

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta agar dilakukan digitalisasi program studi sekolah menengah kejuruan (SMK).
”Saya menyarankan agar dimulai digitalisasi di semua program studi. Ini dalam rangka menyongsong industri 4.0,” ujar Mendikbud dalam keterangan persnya di Jakarta, seperti ditulis Antara, Kamis (21/2).
Dia memberikan contoh perancang busana selain menggambar secara manual dengan kertas dan pensil, juga perlu diajari menggambar grafis tiga dimensi menggunakan komputer. Begitu juga dengan pembuatan kue, harus diajari standarisasi dengan peralatan praktik yang dilengkapi dengan sistem digital.
Muhadjir mengatakan tersebut dalam kunjungannya ke SMK Negeri 9 Bandung untuk memeriksa perkembangan program Revitalisasi SMK. SMK Negeri 9 Bandung dipandang cukup sukses melaksanakan program revitalisasi.
”Terutama berkaitan dengan kurikulum karena sudah melibatkan dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra. Bahkan dari pihak dunia usaha dan dunia industri mengirim tenaga-tenaga ahlinya untuk membantu langsung praktik siswa,”tambah dia.
Dalam jangka panjang, Mendikbud mengharapkan semua SMK memiliki teaching factory yang dikembangkan bersama mitra dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
”Intinya praktiknya anak-anak itu tidak boleh praktik mainan. Tetapi praktik yang hasilnya sesuai dengan standar industri dan usaha, dan produknya harus bisa dijamin bahwa itu bisa dipasarkan paling tidak oleh mitra industri,” tuturnya.
Pada 2017, Kemendikbud memberikan bantuan Pengembangan SMK Pariwisata kepada SMK Negeri 9 Bandung senilai Rp803 juta. Kemudian bantuan penyediaan ruang praktik senilai Rp586 juta pada tahun 2018. Pada 2019, Kemendikbud kembali memberikan bantuan senilai Rp2,95 miliar . (JIBI)