6 Caleg ”Dicoret” dari DCT

JOGJA—Hingga kini terdapat enam orang calon anggota legislatif (caleg) yang mengundurkan diri dalam daftar calon tetap (DCT). Selain diterima CPNS, caleg tersebut meninggal dunia.
Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menjelaskan keenam caleg yang mengundurkan diri tersebut tersebar di tiga daerah untuk caleg DPRD Kabupaten. Dua orang caleg DPRD Bantul mengundurkan diri karena diterima sebagai CPNS dan satu orang caleg dikabarkan meninggal dunia. Selain itu, dua orang caleg DPRD Kulonprogo mundur juga karena diterima seleksi CPNS. ”Satu caleg untuk DPRD Sleman dilaporkan meninggal dunia,” katanya, Selasa (26/2).
Dijelaskan Hamdan, baik caleg yang mengundurkan diri maupun meninggal tidak otomatis dicoret karena DCT sudah dicetak. Nama-nama mereka tetap ada di dalam surat suara. Hanya, KPU nanti akan memberikan catatan kepada masing-masing TPS jika caleg tersebut telah mengundurkan diri atau meninggal dunia. Mereka juga tidak bisa diganti sehingga namanya tetap ada di surat suara.
”Nanti tinggal mencoret nama di DCT walaupun nomor urutnya tetap, tidak diubah urutannya. Kami akan membuat surat ke TPS jika caleg sudah meninggal atau mengundurkan diri. Kalau masih ada pemilih yang memilih mereka, suaranya tetap sah tetapi hanya untuk partai politik,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada sanksi terkait caleg yang mengundurkan diri karena diterima seleksi CPNS. Hal itu sudah sesuai dengan ketentuan di mana CPNS/PNS tidak boleh mencalonkan diri sebagai caleg. Tidak seperti halnya saat pendaftaran CPNS, yang harus membayar denda jika mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos. ”Jadi tidak ada konsekuensinya. Justru sesuai peraturan mereka memang harus mengundurkan diri karena jadi PNS,” katanya.
Sementara caleg yang meninggal dunia ada mekanisme yang harus dilakukan. Partai politik mengajukan surat resmi ke KPU kemudian KPU melakukan klarifikasi kebenaran caleg tersebut meninggal dunia. Hasil klarifikasi akan dituangkan dalam berita acara dan akan digunakan dasar KPU untuk mencoret caleg yang mengundurkan diri atau meninggal tersebut. “Termasuk untuk perhitungan suara yang mencoblos caleg tersebut,” katanya.
Sementara, Ketua Divisi Teknis KPU DIY M. Zaenuri Ikhsan menjelaskan tiga caleg yang diterima CPNS dilaporkan berasal dari PSI untuk DPRD Bantul dan satu caleg dari PDIP untuk DPRD Kulonprogo. Tiga caleg yang meninggal dunia, salah satunya dari Partai Bulan Bintang (PBB) untuk DPRD DIY. ”Satu lagi dari DPRD Sleman,” ujarnya. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)