BENCANA TANAH GERAK DI WONOGIRI Muncul Retakan dan Sumber Air Baru

WONOGIRI—Dinamika tanah bergerak yang terjadi di RT 003/RW 007 dan RT 002/RW 008, Dusun Joho, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, masih terus berlanjut. Kali ini, tanah bergerak mengakibatkan terbentuknya tiga retakan baru dan sebuah sumber air baru.
Tiga retakan baru itu terlihat di bagian atas daerah mahkota tapal kuda sepanjang sekitar 73 meter. Retakan juga ditemukan di bagian selatan lembah tapal kuda sepanjang 80 meter serta di bagian utara lembah tapal kuda sepanjang 50 meter.
Tak hanya itu, di sekitar lokasi juga muncul sumber air baru di dekat rumah Giyem, warga Dusun Joho. Lantai rumah Giyem juga retak sepanjang 15 meter. Sumber air itu muncul di ketinggian 341 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan, tinggi mahkota tapal kuda berada di 473 mdpl.
“Tidak ada korban jiwa, perkembangan kondisi tanah bergerak di Dusun Joho karena semua warga sudah dievakuasi ke tempat lebih aman,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, kepada Koran Solo, Kamis (28/2).
Bambang menjelaskan peralatan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) yang sempat rusak juga sudah dikalibrasi ulang oleh petugas BPBD. Kalibrasi itu dilakukan dengan penyesuaian kembali ukuran yang sebelumnya berada di angka 36 sentimeter (cm) kembali ke 26 cm. Kalibrasi ulang dilakukan menyusul putusnya satu kawat seling EWS. Sedangkan, dua kawat seling lainnya masih berfungsi normal.
“Mengingat kondisi dan situasi di wilayah Dusun Joho, Desa Gedawung masih terjadi hujan dengan intensitas sedang maupun lebat, warga yang terdampak maupun terancam tetap diminta mengungsi. Sebagian pengungsi menempati posko yang dibangun BPBD, sedangkan sisanya ada di rumah saudara atau tetangga yang tidak masuk zona ancaman. Pemenuhan kebutuhan logistik untuk pengungsi sementara ini masih tercukupi,” beber Bambang.
Bambang menambahkan satu pohon tumbang menimpa rumah milik Sarni di Dusun Joho, RT 002/RW 003, Desa Joho, Purwantoro, Rabu (27/2) sore. Pohon tumbang itu dipicu oleh angin kencang disertai hujan deras yang terjadi di dusun setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. (Cahyadi Kurniawan)