90% Lolos Passing Grade Pengumuman Hasil Tes PPPK Belum Klir

WONOGIRI—Hasil tes tertulis dan wawancara berbasis komputer perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap I di Wonogiri yang rencananya diumumkan, Jumat (1/3) kemarin, belum jelas. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) hanya memberi isyarat pengumuman tidak melebihi 5 Maret.
Kendati demikian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri sudah dapat memprediksi hasil akhir tes secara menyeluruh. Lebih kurang 90 persen dari 243 peserta tes lolos passing grade atau ambang batas. Prediksi itu berdasar sinkronisasi penghitungan nilai hasil tes masing-masing peserta dengan passing grade yang ditetapkan Kementerian PAN RB.
Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Aparatur (PPIA) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Wahyudi, saat ditemui Koran Solo di kantornya di kompleks Sekretariat Daerah (Setda), Jumat, mengatakan Kementerian PAN RB hingga Jumat belum memberi kejelasan terkait pengumuman hasil tes tertulis berbasis komputer atau computer assisted test (CAT) dan wawancara berbasis komputer. Otoritas Kementerian PAN RB pada rapat, Kamis (28/2), hanya memberitahukan hasil tes akan diumumkan maksimal 5 Maret mendatang. Hal itu berarti hasil tes bakal diumumkan pada Sabtu-Selasa (2-5/2).
“Ke depan kalau Kementerian PAN RB sudah mengumumkan secara resmi, akan kami unggah di website BKD [bkd.wonogirikab.go.id]. Kalau pengumuman turunnya Sabtu atau Minggu pun akan kami unggah, agar para peserta bisa langsung mengetahui,” kata Yudi.
Meski belum diumumkan tetapi BKD sudah mengetahui hasil akhir tes berdasar passing grade atau ambang batas secara akumulatif yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri (Permen) PAN RB No. 4/2019, yakni 65. Berdasar singkronisasi nilai tes dan ambang batas, lebih kurang 90 persen peserta lolos. Total peserta tes sebanyak 243 orang. Sebelumnya, Pemkab mengusulkan 245 lowongan yang terdiri atas 134 tenaga honorer eks-K2 guru, 19 tenaga kesehatan, dan 92 penyuluh pertanian. Dua lowongan tak terisi karena dua tenaga honorer eks-K2 tak mendaftar karena sudah tak memenuhi syarat.
Yudi meyakini peserta tes juga sudah mengetahui hasil akhir tes masing-masing, karena sebelumnya nilai langsung diumumkan setelah tes. Dari nilai tersebut dan passing grade yang telah ditetapkan, mereka bisa menghitung sendiri sehingga dapat mengetahui lolos atau tidak lolos.
“Setelah ada pengumuman hasil tes nanti, Kementerian PAN RB akan menetapkan jumlah lowongan untuk masing-masing daerah,” imbuh Yudi.
Anggaran Gaji
Dia menjelaskan penetapan lowongan oleh Kementerian PAN RB sesuai kemampuan keuangan daerah. Jika daerah mampu mengalokasikan anggaran gaji secara penuh, Kementerian PAN RB akan menetapkan jumlah lowongan sesauai jumlah peserta tes yang lolos. Bercermin dari hal itu, Yudi meyakini Kementerian PAN RB akan menetapkan jumlah lowongan sesuai jumlah peserta yang lolos tes. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah mengalokasikan anggaran gaji dengan standar penghitungan maksimal, yakni senilai Rp8 miliar. Anggaran itu dihitung berdasar jumlah lowongan PPPK yang diusulkan, yakni 245 kursi.
Salah satu tenaga honorer penyuluh pertanian, Mulyadi, berharap pemerintah segera memberi penjelasan pengumuman hasil tes. Dia sudah menantikan hal ini sejak lama. Sebenarnya, dia bersama rekan-rekannya ingin dijadikan PNS. Namun, lantaran pemerintah hanya mampu memberi solusi menjadikan PPPK, dia menerimanya. (Rudi Hartono)