214 Motor Adu Gaya di Karanganyar

Wahyu Prakoso

Tidak seperti pemandangan di hari biasanya di Gedung DPRD Karanganyar. Pada Sabtu (2/3), sebanyak 214 sepeda motor yang sudah dimodifikasi berjejer rapi memenuhi halaman di depan gedung itu. Ratusan penggemar otomotif, khususnya roda dua berkumpul di tempat itu.
Para pecinta otomotif yang mayoritas anak muda tersebut, berdesakan menyaksikan karya modifikasi di depan pita pembatas warna kuning. Ada yang memotret sepeda motor, jalan mengelilingi lokasi penampilan modifikasi sepeda motor, maupun berdiskusi tukar pikiran mengenai tren modifikasi.
“Otocontest DPRD Karanganyar merupakan rangkaian acara untuk meramaikan hari jadi ke-68 DPRD Karanganyar. Tujuannya memberikan wadah bagi generasi muda supaya lebih kreatif, adanya kompetisi ini akan mendorong industri kreatif di Karanganyar khususnya dalam bidang otomotif,” kata Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Sumanto, kepada Koran Solo saat ditemui di sela-sela acara.
Penanggung jawab Otocontest DPRD Karanganyar, Sri Eka Lelana, menjelaskan, kompetisi modifikasi dibagi dalam empat kategori, yaitu kategori pelat AD pelajar, kategori plat AD classic, kategori umum bebek sport, dan kategori umum matik modif. Dia mengatakan, panitia mendatangkan dua juri dari Ototrend Surabaya.
“Dengan adanya acara ini, kami berharap bisa menjadi motivasi dan inspirasi generasi muda Karanganyar untuk berinovasi dalam industri ekonomi kreatif. Agenda ini juga menjadi wadah bagi pecinta otomotif, yang mana bisa mengubah hobi menjadi rejeki, karena peserta yang menang akan meningkatkan nilai jual sepeda motornya,”ujar Sri Eka, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri Ngargoyoso, kepada Koran Solo.
Salah satu perserta kontes, Bambang Santoso, antusias dengan acara tersebut. Dia mengatakan jauh-jauh dari Wonogiri untuk mendaftarkan motor kesayangannya di kelas umum matik modif. Dia yang pernah mendapatkan juara tiga kategori motor Thailand pada kontes tingkat SMK berharap masuk dalam lima besar.
“Persiapannya sejak satu bulan lalu, ada ubahan sedikit di beberapa bagian motor, total biaya modifikasi motor matik saya selama ini mencapai Rp25 juta. Saya senang mengikuti acara seperti ini apalagi yang mengadakan dari pihak pemerintah langsung. Karya dan hobi saya bisa tersalurkan,”kata pemuda 25 tahun tersebut sambil tersenyum kepada Koran Solo.
Bambang berharap agenda tersebut diadakan rutin setiap tahun dan kota-kota lain mengikuti langkah DPRD Karanganyar. Supaya semakin banyak wadah bagi pecinta otomotif sehingga industri otomotif semakin maju.
Salah satu pengujung dari Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Anggara Sukma, mengaku datang siang kemarin bersama rombongan teman-temannya. Pemuda 16 tahun tersebut mengaku, mengetahui acara tersebut sejak satu pekan lalu dari grup Whatsapp. Dia mengatakan, senang dengan adanya kontes tersebut.
“Suka dengan dunia otomotif. Acara di sini bagus. Selain bisa melihat tren modifikasi, bisa bediskusi dengan penggemar otomotif lainnya mengenai tren otomotif yang sedang berkembang,”katanya kepada Koran Solo.