Tak Ada Bantuan, Petani Sendirian Hadapi Serangan Kera

BOYOLALI—Petani lereng Gunung Merapi sepertinya masih harus berjuang sendiri menghadapi kera ekor panjang yang memakan tanaman di ladang mereka.
Mereka melakukan penghalauan saat kera-kera mendekat ke area ladang agar tidak memakan tanaman yang ada. Petani juga bergantian pergi ke ladang untuk merawat tanaman sekaligus berjaga, sehingga meminimalisasi peluang kera mendekat karena kera-kera itu biasanya menjaga jarak dengan manusia.
Selain itu, sebagian petani memasang jaring di sekeliling ladang untuk mengisolasi tanaman, serta menempatkan anjing untuk menakut-nakuti kera.
Beberapa petani di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, mengatakan meski sudah dilakukan upaya itu, mereka masih kebobolan karena kera datang sewaktu-waktu, kadang waktu subuh atau malam hari saat tidak ada orang di ladang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan Boyolali) Bambang Jiyanto mengatakan, petani menyadari bahwa penanganan kera ini tidak bisa dilakukan secara fisik dengan meyakiti. Sehingga cara-cara di atas menjadi solusi yang paling mungkin dilakukan dalam menghadapi kera.
Sedangkan solusi jangka panjang adalah penyediaan tanaman pangan bagi kera di daerah perbatasan ladang agar kera tidak turun menyerang ladang warga. “Jangka panjangnya perbatasan ladang ditanami tanaman buah-buahah seperti jambu atau tanaman lainnya agar kera-kera cukup makan di situ, tidak ke ladang,” ujarnya saat ditemui di kantornya Jumat (1/3).
Bambang mengatakan hal tersebut menjadi kewenangan pihak lain seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. “Masalah penanganan kera ini kewenangannya BKSDA. Di tempat kami [Dispertan] menangani pertaniannya seperti penyakit tanaman, hama, atau wereng,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak BKSDA juga menilai pengayaan tanaman, khususnya pangan kera menjadi solusi yang paling memungkinkan, namun hal itu perlu dilakukan bersama-sama.
Kepala Resor Konservasi Wilayah Surakarta (RKW) BKSDA Jawa Tengah, Sudadi, mengatakan BKSDA merangkul pihak yang menangani masalah kehutanan dan instansi terkait di daerah bersangkutan. “Awal Februari lalu kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait di Boyolali tentang kera ini, intinya agar penanganan kera nantinya berjalan bersama-sama,” ujarnya kepada Koran Solo, Sabtu (2/3).
Upaya yang dilakukannya BKSDA saat ini adalah penyuluhan tentang upaya yang sudah dilakukan para petani. “Untuk penghalauan kera kalau kami sendirian tidak memungkinkan karena keterbatasan jumlah SDM. Sehingga saat ini kami melakukan penyuluhan kepada petani di lokasi untuk melakukan penghalauan, pemasangan jaring dan sebagainya,” ujarnya. (Akhmad Ludiyanto)