Pembangunan Jalan akan Diteruskan 2020

JOGJA—Pembangunan jalan Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, yang tembus ke objek wisata Candi Prambanan, Jogja, bakal diteruskan pada 2020 mendatang. Namun untuk saat ini baru sampai pada tahap pembebasan lahan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Bambang Riyanto, mengatakan hingga kini pembangunan jalan sudah mencapai sembilan kilometer yang terhenti di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Total panjang jalan yang nantinya menghubungkan Gunungkidul dengan Kabupaten Sleman kurang lebih 36 sampai 40 kilometer.
”Untuk wilayah Gunungkidul panjang jalan yang akan dibangun 18 kilometer, sedangkan Kabupaten Sleman sisanya” ujar Bambang, Senin (11/3).
Menurutnya, proses penyelesaian terkait dengan pengadaan tanah sudah selesai. Namun demikian, karena luas lahan yang lebih dari lima hektare, maka pengerjaan jalan akan digarap oleh Provinsi. Adapun anggaran yang digunakan untuk pembebasan lahan bersumber dari dana keistimewaan (danais).
”Anggaran pembebasan lima hektare lahan adalah Rp113 miliar,” kata dia.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Harry Sukmono, mengungkapkan dari sektor pariwisata apabila jalan tersebut nantinya sudah benar-benar terhubung bakal mendongkrak kunjungan wisatawan ke Gunungkidul. ”Jika sudah terhubung wisatawan dari Candi Prambanan bisa ke Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Gentong, Gua Pindul, dan menuju ke pantai selatan,” ucap dia.
Terpisah, warga Desa Gading, Kecamatan Playen, Mardiyo, mengatakan ia tidak menyangka ada jalan baru yang melewati desanya. Dengan adanya jalan baru tersebut, warga di sekitar mulai membuka usaha kecil-kecilan. ”Sudah ada yang buka warung kalau ada pengendara yang mampir,” kata dia. (JIBI/Harian Jogja/Rahmat Jiwandono)