Damkar Diminta Usir Kera & Ular

SUKOHARJO—Jika Anda berpikir tugas pemadam kebakaran hanya berurusan dengan api, maka Anda salah besar. Pekerjaan seperti mengusi tawon dan hewan liar lainnya kini jadi tugas tambahan petugas berseragam oranye ini.
Seperti yang dihadapi petugas Pemadam Kebakaran Sukoharjo. Mereka kini mulai kebanjiran permintaan warga mengatasi kera dan ular yang masuk permukiman.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan beberapa kali menerima panggilan dari warga yang meminta pertolongan untuk mengatasi persoalan kera dan ular. Binatang tersebut masuk ke rumah dan meresahkan warga.
”Setahun ini ada empat permintaan ngusir ular. Dua ular kami tangkap dan dua lagi hilang saat kami datang,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/3).
Sedangkan untuk permintaan mengusir kera, dia mengatakan pemadam kebakaran baru menerima satu laporan dan langsung ditindaklanjuti. Petugas berhasil menangkap kera yang meresahkan warga di daerah Bulu. ”Masyarakat semakin percaya kepada pemadam kebakaran. Bukan hanya soal kebakaran, tapi yang lainnya juga,” katanya.
Ihwal pemusnahan sarang tawon, dia menyebutkan petugas pemadam kebakaran berhasil menangani 234 kasus di masyarakat. Dia mengakui hampir setiap hari mendapatkan permintaan dari masyarakat untuk menangani serangan tawon. Sarang lebah yang dimusnahkan umumnya seukuran kepala manusia, bahkan beberapa di antaranya lebih besar lagi. Biasanya sarang lebah tersebut berada di pohon, atap rumah, dan lokasi lain.
Karena ukurannya yang besar, masyarakat takut untuk memusnahkan sendiri sarang tawon tersebut. Ujung-ujungnya, mereka meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Saking seringnya, sampai muncul istilah OTT yakni operasi tangkap tawon, bukan operasi tangkap tangan yang identik dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap para koruptor.
Dengan peralatan yang dimiliki, tak sulit bagi pemadam kebakaran untuk mengatasi serangan lebah. Mereka punya baju tahan api dan semprotan air dengan tekanan tinggi yang cukup untuk menghancurkan sarang lebah.
“Kami meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada Damkar jika diketahui di daerah pemukiman terdapat sarang tawon dan tidak melakukan OTT secara mandiri. Sebab jika terlambat melakukan penanganan keberadaan tawon tersebut sangat membahayakan,” katanya. (Indah Septiyaning W./JIBI)