Hasilnya untuk Main Game Online 3 Pelajar dan 2 Pemuda Bobol Toko

MADIUN—Polres Madiun Kota menangkap lima orang karena kedapatan mencuri onderdil sepeda motor. Barang hasil curian dijual dan duitnya untuk bersenang-senang dan bermain game online.
Lima orang yang ditangkap itu tiga di antaranya masih pelajar kelas XI SLTA di Madiun. Identitas lima tersangka itu yakni RS, 18, warga Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun; SM, 20, warga Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Sedangkan tiga pelaku pencurian yang masih pelajar antara lain MT, 16, warga Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun; FM,16, warga Kecamatan Kartoharjo,Kota Madiun; dan IS, 17, warga Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Paur Humas Polres Kota Madiun, Aiptu Mashudi, mengatakan para tersangka tiga kali mencuri lokasi yang sama yaitu di salah satu rumah di Perumahan Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Rumah ini dijadikan gudang barang onderdil dan variasi sepeda motor milik seorang pengusaha.
Mereka kali pertama mencuri sekitar Agustus 2018. Saat itu, salah satu pelaku, FM, sedang bermain bulu tangkis di lapangan dekat gudang tersebut. Saat bermain itu, kok masuk ke dalam rumah gudang yang tidak dijaga tersebut.
Saat mengambil kok itu, FM melihat ada tumpukan kardus berisi barang-barang modifikasi sepeda motor dan onderdil. ”Melihat barang-barang itu. Muncullah niat jahat pelaku. Hingga akhirnya, ia memberitahukan kepada teman-temannya dan kemudian melakukan pencurian,” jelas dia kepada wartawan di Mapolres, Selasa (12/3).
Pelaku FM bersama RS, SM, MT, dan IS, mencuri lagi di lokasi yang sama pada Rabu (6/2). Karena berhasil mencuri pada waktu pertama dan kedua, mereka pun kembali mengulang aksinya untuk kali ketiga pada Jumat (15/2) malam.
Barang curian tersebut sebagian dijual di situs jual beli online dan digunakan sendiri. Uang hasil penjualan barang tersebut digunakan untuk besenang-senang dan bermain game online. Berbagai barang variasi dan onderdil sepeda motor yang dicuri yaitu spion, kabel kopling, tromol trasty, lampu projie, lampu tembak, ruji ride it, stang jepit, dan lainnya. Total kerugian yang ditanggung korban mencapai Rp30 juta. ”Otak pencurian ini yaitu FM yang masih pelajar kelas XI,” ujar dia. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)