Satpol PP Solo Razia Pelaku Prostitusi Hanya Dapat 3 Waria dan 1 PSK

Kurniawan

Waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB ketika iring-iringan kendaraan patroli Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Solo bergerak menyisir jalan dan gang remang-remang yang menjadi tempat mangkal para penjaja seks komersial (PSK) dan waria di Kota Bengawan.
Kawasan di sekitar Kompleks Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi sasaran pertama tim penegak perda Kota Solo, Selasa (12/3), itu. Tim menyisir gang-gang perkampungan di wilayah itu mulai dari gang di samping Kantor Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari. Sejumlah perempuan berbaju minimalis dengan dandanan tebal yang semula duduk-duduk di sekitar gang gang kampung itu bubar. Mereka kabur mengendarai sepeda motor menjauh dari kawasan itu. Tim tak bisa berbuat banyak lantaran perempuan-perempuan yang diduga PSK itu menghilang di keremangan malam.
Akhirnya tim hanya bisa merangsek masuk menyusuri Gang demi gang di kawasan yang puluhan tahun kondang sebagai tempat mangkal PSK itu. Beberapa pemuda yang semula berkerumun di pinggir jalan pun memilih masuk dan menghilang ke gang-gang sempit. Tim belum berhenti. Mereka bergerak menuju ke jalan di depan RRI lalu masuk lagi ke gang gang kampung di kawasan depan Kantor RRI. Setelah berputar mengelilingi gang-gang itu akhirnya tim mengarah ke Jl. Setiabudi di sebelah selatan atau belakang Terminal Tirtonadi.
Tim yang dipimpin Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Siswo Riyanto, ini pun tak berhenti. Kendaraan berjalan beriring masuk gang menuju ke arah pintu masuk bagian belakang terminal hingga akhirnya mereka tiba di Jl. Ahmad Yani di samping barat terminal.
Dari situ tim bergerak menuju ke Taman Tirtonadi. Setelah memutar arah kendaraan patroli dipacu dengan kecepatan tinggi. Beberapa petugas bersiaga dan bersiap untuk turun saat tiba di lokasi yang disasar. Benar saja,  begitu kendaraan patroli berhenti empat personel langsung melompat turun dari kendaraan dan berlari menuju ke setiap sudut taman. Namun apa yang mereka cari tidak ada. Akhirnya mereka pun mulai berpencar dan berjalan menyisir setiap sudut taman. Di ujung timur taman, tepatnya di samping Jembatan Tirtonadi, salah seorang petugas berteriak memanggil rekan-rekannya.  Dia terdengar tengah mengobrol dengan seorang laki-laki. Namun setelah dicek Koran Solo, ternyata suara itu milik seorang waria yang menunggu tamu. Dia pun hanya bisa pasrah ketika tim menggelandangnya menuju mobil patroli.
Sejurus kemudian razia bergeser ke pertigaan Gilingan dan Jl. Walter Monginsidi. Tim dipecah menjadi dua, satu tim menyasar area pertigaan Gilingan, lainnya menuju Jl. Walter Monginsidi. ”Kegiatan ini adalah patroli dan razia rutin yang kami lakukan dengan menyasar para PSK dan waria yang biasa mangkal di pinggir jalan dan ruang-ruang publik di Solo,” terang Agus Siswo diwawancara wartawan.
Dia mengatakan dalam razia itu tim berhasil menjaring 3 waria dari Taman Tirtonadi dan Jl Wolter Monginsidi Solo. Tim juga menjaring seorang PSK yang kedapatan mangkal di pinggir Jl. Setia Budi. Selanjutnya mereka dibawa ke Markas Satpol PP Solo untuk didata dan dibina. ”Mereka juga kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pendekatan ini kami lakukan kepada para PSK dan waria yang pernah kami tangkap sebelumnya,” urai Agus.
Dia menegaskan razia dan patroli akan terus digalakkan untuk menciptakan kondisi Solo yang nyaman dan bersih dari segala macam praktik prostitusi. Disinggung ihwal tidak dirazianya hotel-hotel kelas mawar dan melati di sekitar Kantor RRI Solo, Agus beralasan malam itu pihaknya tidak membawa surat perintah razia hotel. ”Walau kami berseragam, tapi akan lebih tepat bila kami membawa surat tugas bila mau merazia di dalam hotel. Prosedurnya seperti itu,” dia menerangkan. (JIBI)