TRANSPORTASI BARANG SAAT LEBARAN Pembatasan Operasional Truk akan Sama

SEMARANG—Pemerintah memastikan akan membatasi operasional angkuta barang truk pada masa angkutan Lebaran 2019.

redaksi@koransolo.co

Namun, lama waktu pemba­tasan masih belum ditentukan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan pola pembatasan angkutan barang truk pada masa angkutan Lebaran tahun ini kemungkinan sama dengan pola pembatasan pada masa angkutan Lebaran tahun lalu.
“[Pola pembatasan] Sama seperti tahun lalu,” kata Budi di Semarang, Selasa (12/3).
Dia menuturkan, kemung­­kinan memperpendek pemba­tasan angkutan barang truk pada masa Lebaran tahun ini bisa saja terjadi mengingat para pelaku usaha bisa lebih produktif ketika pembatasan dilakukan tidak lama.
“Bisa jadi [ada kemungkinan memperpendek masa pemba­tasan]. Kalau sudah disiplin bisa jadi,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah Bambang Widjanarko berharap pembatasan opera­sional angkutan barang truk sebelum dan sesudah Idulfitri tidak terlalu lama.
Dia menilai, pemilik barang merupakan pihak yang paling dirugikan dengan pembatasan operasional angkutan barang truk. Kondisi ini dapat terjadi karena tidak semua pemilik barang memiliki gudang yang cukup besar sehingga kekurangan daya tampung.
“Nah, mereka tidak bisa menampung barang sebanyak mungkin. mereka maunya persediaan barang ada terus. Tapi, tidak menggunung, jadi mengutamakan kontinu,” katanya belum lama ini.
Dia menambahkan menam­pung barang di gudang ju­ga akan berpengaruh be­sar terhadap waktu piutang yang akhirnya akan berpengaruh juga terhadap arus kas perusahaan mengingat perusahaan harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.
“Juga kala menampung barang digudangkan ber­pengaruh besar terhadap waktu piutang yang akhirnya akan berpengaruh juga terhadap cash flow yang harus sekali keluar dalam gelondongan besar, sedangkan dalam usaha ritel kan uangnya tidak datang secara gelondongan, tapi kontinu,” katanya.
Pembatasan operasional angkutan barang truk jika akan dilaksanakan juga seharusnya tidak berlaku pada truk-truk eskpor dan impor. Oleh karena itu peru ada perlakuan khusus terhadap truk-truk ekspor dan impor.
Dia menilai, perlakuan khusus itu perlu dilakukan agar pihak-pihak terkait dengan kegiatan ekspor dan impor tidak mengalami ke­sulitan. Tidak hanya itu, kegiatan ekspor dan impor perlu dijaga juga agar nama Indonesia tidak jelek.
Dia menuturkan, kegiatan ekspor dan impor tidak memandang Idulfitri ka­re­na berkaitan dengan dunia internasional. “Kalau semua yang berhubungan dengan dunia internasional kan akhirnya pada kredibilitas negara,” katanya. (Yudi Supriyanto/JIBI/Bisnis)