Pasar Tanggul Juara Nasional Ramah Difabel

CANDRA MANTOVANI

SOLO—Pasar Tanggul Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, dinobatkan sebagai pasar rakyat dengan fasilitas paling ramah difabel oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Penghargaan diberikan Presiden Joko Widodo di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten, Selasa (12/3) malam. Selain Solo, Kabupaten Sragen juga menyabet penghargaan nasional melalui Pasar Blimbing, Sambirejo, sebagai pasar rakyat dengan revitalisasi terbaik.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagiyo, mengatakan faktor utama yang menjadikan Pasar Tanggul dinobatkan menjadi Pasar Rakyat Ramah Difabel karena penataan pasar yang sangat memperhitungkan hak para difabel meliputi sarana dan prasarana. “Untuk memenuhi kebutuhan difabel, kami memberikan akses sesuai kebutuhan mereka. Kami mendesain pintu masuk yang memiliki ramp [jalur menaik menurun] dan toilet yang didesain pintunya lebih besar dibandingkan pintu pada umumnya.
Lebarnya 1 meter untuk akses kursi roda agar bisa masuk,” ujar Subagiyo saat dihubungi Koran Solo, Rabu (13/3).
Selain itu, Pasar Tanggul juga menyediakan kursi roda sebanyak dua buah serta tiga tongkat untuk membantu difabel berjalan. Eskalator juga dipasang agar difabel tidak kesulitan untuk naik ke lantai dua. Menurut Subagiyo, Pasar Tanggul merupakan satu-satunya pasar di Indonesia yang 100 persen sangat peduli dengan kebutuhan difabel. “Bahkan pernah ditengok difabel dari Belanda untuk mengetahui bagaimana Pasar Tanggul yang ramah difabel. Nanti kami akan melakukan hal yang sama di pasar-pasar lainnya seperti Pasar Klewer, Pasar Nongko, dan Pasar Jebres. Pasar yang direvitalisasi akan merujuk hal serupa seperti Pasar Tanggul,” ucapnya.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menerima langsung penghargaan Pasar Blimbing, Sambirejo, sebagai Pasar Rakyat Revitalisasi Terbaik dari Presiden Jokowi. Penghargaan tersebut di luar dugaan. Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tommy Isharyanto, mengungkapkan penilaiannya cukup cepat. Pada Rabu (6/3) lalu, Disperindag Sragen kedatangan tim juri dari Asosiasi Pasar Rakyat Indonesia (Asparindo) dan beberapa anggota staf dari Kementerian Perdagangan. Mereka akan menilai Pasar Bunder Sragen yang masuk nominasi kategori pasar ramah lingkungan.
“Fokus penilaian hanya di Pasar Bunder. Penilaiannya mendetail. Di sela-sela penilaian, tiba-tiba tim juri meminta diantar ke Pasar Blimbing yang selesai dibangun dengan dana Tugas Pembantuan 2018. Tim juri ingin melihat situasi dan kondisi pasar prototipe pasar rakyat nasional itu. Kami pun mengantar tim juri ke Blimbing,” kisah Tommy. Di pasar itu, tim juri hanya melihat-lihat selama 30 menit dan penilaian tidak sedetail seperti di Pasar Bunder.
Setelah penilaian, seluruh kabupaten/kota yang mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) dan TP dari Kemendag pada 2018 diundang untuk hadir dalam Pasar Rakyat Award. Ada 1.544 wakil daerah yang hadir. “Senin, pukul 06.00 WIB, kami dimintai konfirmasi dari panitia terkait kehadiran Bupati. Kami jawab Bupati hadir. Tapi, kami tanya kenapa Bupati harus hadir? Jawabnya, Bupati akan menerima award sehingga harus duduk di depan,” ujarnya.
Kepala Disperindag Sragen, Untung Sugihartono, menilai award tersebut bukan untuk Disperindag tetapi untuk masyarakat Sragen yang dipimpin Bupati Sragen. “Revitalisasi Pasar Blimbing diapresiasi Presiden sebagai revitalisasi terbaik dari 1.544 pasar yang ada. Penilaiannya pun kami tidak tahu. Penilaian itu ternyata dilakukan sejak awal proses pembangunan pasar sampai terakhir ada tim juri. Apresiasi ini menjadi motivasi kami untuk mengelola pasar agar lebih baik,” ujarnya.
Berdasarkan situs resmi Kemendag, kriteria penilaian pasar revitalisasi terbaik yaitu pasar yang dibangun melalui program revitalisasi pasar rakyat dan jangka waktu pembangunan fisik sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. Kriteria lainnya yaitu penyampaian laporan perkembangan pembangunan tepat waktu, persentase penyerapan realisasi keuangan tertinggi, pembangunan sesuai dengan prototipe, serta pasar telah termanfaatkan dengan baik dan dapat memberikan kontribusi peningkatan perekonomian di daerahnya. (Tri Rahayu/Haryono Wahyudiyanto/JIBI)