REGAR SPORT Kebangkitan Start Up Berbasis Produksi

WONOGIRI—Start up alias perusahaan rintisan lazimnya bergerak di bidang jasa mulai dari transportasi, market place, hingga financial technology (fintech). Namun, di Wonogiri, start up baru dengan lini usaha di bidang produksi dilakukan PT Regar Sport Industri Indonesia (RSII).
Kehadiran start up selalu diilhami penyelesaian masalah (problem solving) yang ditemui di masyarakat. Ahmad Zaki, pemilik Bukalapak misalnya, mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu platform market place. Hal serupa juga dilakukan Gojek dengan mendekatkan masyarakat atas kebutuhan sarana transportasi.
“Lalu apa problem solving oleh Regar Sport? Ketika satu orang bisa mengakses satu desain untuk produksi sekelas pabrik. Selama ini pabrik dikenal harus produksi massal. Tapi, di Regar Sport, orang bisa mendesain sesuai selera butik, tapi dengan kualitas dan harga pabrik,” kata pemilik PT RSII, Jumariyanto, saat berbincang dengan Koran Solo di rumahnya, Pokoh, Wonoboyo, Wonogiri, Rabu (13/3).
Status sebagai start up itu bukan tanpa dasar. Jumariyanto menjelaskan dihitung dari jumlah transaksi, PT RSII bisa membukukan 12.000-14.000 transaski per bulan dengan omzet Rp4,5 miliar-Rp4,7 miliar per bulan. Capaian itu merupakan hasil kerja manajemen bersama 250 agen dan ribuan reseller di seluruh Indonesia.
“Ini bukan bisnis berbasis omzet melainkan kemampuan membangun pola jejaring. Jika satu reseller bisa menghasilkan 125 transaksi per bulan, dia bisa mengantongi Rp5 juta-Rp10 juta pendapatan bersih per bulan. Kalau data ini kami kunci, secara statistik ada 40.000-100.000 transaksi per bulan atau 1 juta lebih transaksi per tahun. Masa ini masih dibilang usaha konvensional? Pada akhirnya ini start up,” terang dia.
Dengan 40.000 transaksi bisa dibukukan omzet Rp16 miliar per bulan. Angka itu ditargetkan bisa terpenuhi pada 2019. Sejumlah usaha terus digenjot salah satunya dengan membangun jejaring reseller. Dalam satu bulan setidaknya ada 2.000 reseller bergabung. “Kami berharap satu bulan pada tahun ini bisa Rp16 miliar,” harap dia.
Untuk menuju ke sana, ia membenahi sejumlah pelayanan setingkat start up. PT RSII dengan tim teknologi informasi (TI) yang dimilikinya mengembangkan aplikasi yang ramah milenial untuk custom design, memperkuat jaringan, lini produksi, dan lainnya. Untuk mempermudah transaksi, sejumlah bank juga menawari layanan virtual account. “Beberapa bank datang kepada kami menawarkan virtual account. Kami tidak ingin buru-buru karena start up berbasis produksi baru kami kembangkan hari ini,” beber dia. (Cahyadi Kurniawan)