Solo Prioritas Pengamanan Pemilu 2019

KARANGANYAR—Kota Solo dan sekitarnya menjadi prioritas pertama dalam pengamanan Pemilu 2019. Polisi menyiapkan berbagai antisipasi berbagai potensi friksi antarpendukung peserta pemilu.

ISKANDAR
redaksi@koransolo.co

Hal tersebut disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, saat menghadiri acara Sispamkota Menghadapi Kontijensi Konflik Sosial di Wilayah Solo yang digelar di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Rabu (13/3).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Sistem pengamanan (sispam) itu merupakan kesiapan Polri dalam mengamankan pesta demokrasi. Simulasi sispam Pemilu 2019 secara nasional dipusatkan di De Tjolomadoe. Acara itu dihadiri Asops Kapolri, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi; Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Komjen Pol. Unggung Cahyono; Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi; hingga Kapolda DIY, Irjen Pol. Ahmad Dofiri.
Condro mengatakan berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019 yang dirilis Bawaslu, Jateng ada di peringkat ke-31 atau relatif aman. Di Jateng, wilayah Solo dan sekitarnya menjadi wilayah yang menjadi prioritas disusul Kedu dan Banyumas.
”Alasannya karena intensitas kegiatan selama pemilu ini dilaksanakan di Solo. Baik dari paslon nomor 01 maupun paslon 02,” ujar dia.
Dia menyatakan polisi perlu mengantisipasi potensi friksi dan gesekan terlebih saat mulai kampanye terbuka. Menurut Condro, pelatihan sispamkota digelar di tiap daerah, namun untuk tingkat nasional memang dipusatkan di Kota Solo.
”Solo kondusif, aman, dan tidak ada kejadian. Dan beberapa perkuatan memang kami tambah di Solo. Ada tiga kompi yang mengkover Soloraya dari Brimob dua kompi dan Shabara satu kompi. Kedu diperkuat dua kompi dan Banyumas satu kompi. Jadi kita memang fokus tiga wilayah itu,” kata dia.
Ditanya efektivitas simulasi, dia mengatakan dari hasil simulasi menunjukkan personel TNI dan Polri sudah profesional melaksanakan tugas. Mereka telah melaksanakan tugas sesuai tahapan-tahapanan mengantisipasi eskalasi peningkatan unjuk rasa, kemudian anarkistis hingga aksi penjarahan. Dia mengatakan pengamanan pemilu di Jateng melibatkan 23.600 personel Polri yang didukung sekitar 14.000 prajurit TNI.
Dalam acara itu ditunjukkan kesiapan polisi dalam mengamankan pemilu. Disimulasikan ada capres nomor lima berkunjung ke Kota Solo. Para pendukungnya berkonvoi menuju tempat orasi yang menghadirkan pertunjukan musik dangdut. Saat berorasi, terdapat penyusup yang melempar botol hingga suasana kacau yang menjadikan capres dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Iring-iringan mobil capres nomor lima dicegat oleh pendukung lawannya. Lemparan benda keras mengenai mobil capres. Namun, pelaku pelemparan dapat melarikan diri. Satuan Lalu Lintas Polresta Solo yang mengetahui ciri-ciri pelaku pelemparan pun segera melakukan tindakan. Operasi dilakukan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku, dengan sigap aparat melakukan pengejaran.
Saat simulasi masa tenang ditunjukkan jajaran Polri, TNI, Satpol PP, Bawaslu, KPU, melepas seluruh alat peraga kampanye. Saat hari pemungutan suara pun tiba, disimulasikan TPS di Banjarsari berlangsung dengan baik. Saat penghitungan surat suara terjadi perbedaan pendapat, massa saling berdebat perihal sah dan tidaknya surat suara.
Melihat ada potensi konflik, petugas pun mengarahkan ke Kantor Bawaslu untuk berdiskusi. Nahas, ulah provokator menyebabkan suasana menjadi pecah. Kantor Bawaslu menjadi sasaran amuk massa. Pagar kawat berduri pun segera dipasang untuk menjaga kantor tetap dalam keadaan aman.
Pengendali masa beserta tim K-9 pun turun mengendalikan suasana yang semakin panas. Massa lantas datang dari berbagai wilayah Kota Solo, water canon pun digunakan untuk menghalau masa. Namun, massa semakin tak terkendali, fasilitas umum Kota Solo justru dirusak. Pasukan gabungan pun diterjukan untuk mengendalikan situasi.
Seorang provokator diduga membawa sebuah bom dan senjata laras panjang. Sebuah bus dibajak di Slamet Riyadi, Tim Gegana pun segera diterjunkan. Teroris tewas dalam baku tembak itu, sebuah ransel berisi bom berhasil dijinakkan oleh petugas sembari seluruh akses perbatasan Kota Solo dijaga polisi.
Kabaintelkam Komjen Pol. Unggung Cahyono yang menjadi Kepala Operasi Mantab Brata mengatakan ada tiga prioritas penanganan yakni konflik sosial, bencana alam, dan terorisme. Menurutnya, penanganan unjuk rasa harus sesuai dengan kondisi di lapangan dan berjalan sesuai prosedur. Dia mengapresiasi seluruh jajaran yang sudah bekerja keras agar sispam kota dapat berjalan dengan baik. (Ichsan Kholif Rahman/JIBI)