Ada 300 Kg Bahan Peledak di Rumah Husain

SIBOLGA—Terduga teroris di Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) yang ditangkap Densus 88 Antiteror diketahui menyimpan 300 kilogram bahan peledak di rumah mereka.
Ratusan kilogram bahan peledak itu disita dari terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Sibolga dan dari rumah terduga teroris Asmir Khoir alias Ameng.
”300 Kg total yang dilakukan penyitaan di dua TKP [tempat kejadian perkara]. Di rumah AH [Abu Hamzah] yang paling banyak,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, di Jakarta, Kamis (14/3).
Dari rumah Abu Hamzah polisi menemukan 15 bom yang sudah dirakit, flash powder seberat 100 kg. Sedangkan dari rumah Ameng, polisi menyita 1 bom rompi yang berisi 10 bom elbow dan kardus berisi bahan peledak. ”Karena jumlah bahan bakunya cukup banyak tentunya butuh anggaran yang cukup besar, untuk bisa membeli bahan baku tersebut. Kita masih mendalami siapa yang berperan sebagai penyandang dana terhadap kelompok Sibolga ini,” sambung Dedi.
Dedi mengatakan selain Abu Hamzah dan Ameng, polisi juga menangkap seseorang berinisial P alias Ogel. P diduga berperan menyimpan bahan peledak yang akan digunakan Abu Hamzah sebagai perakit bom. Sedangkan Ameng diduga menjadi penyandang dana.
Dia menyebut Ameng mengeluarkan Rp15 juta untuk membeli berbagai kebutuhan merakit bom itu. ”Dari [pengakuan] yang bersangkutan perannya terhadap kelompok Sibolga menyumbang atau sebagai penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom Rp15 juta.”
Tiga tersangka itu ditangkap Selasa (12/3) di tiga lokasi terpisah. Setelah penangkapan itu dilakukan penggerebekan di rumah Abu Hamzah di Gang Sekuntum.
Saat hendak menggerebek rumah, terjadi ledakan bom di halaman rumah Abu Hamzah yang melukai polisi dan warga. Densus 88 berupaya membujuk istri Abu Hamzah, Solimah, untuk menyerahkan diri. Namun, Solimah memilih meledakkan diri bersama anaknya berusia dua tahun di rumah itu.
Dedi mengatakan Abu Hamzah menanam empat bom ranjau di halaman rumahnya. Salah satu bom itu meledak saat polisi hendak menggeledah rumah itu. Dia mengatakan mereka berencana melakukan bom bunuh diri.
”Ya [ada indikasi melakukan bom bunuh diri]. Jadi betul kelompok ini akan melakukan lone wolf. Artinya, enggak serangan kelompok, tapi serangan person to person, polanya mereka satu orang tapi bisa memberikan efek,” kata Dedi.
Kendati begitu, polisi belum bisa memastikan lokasi mana saja yang menjadi target kelompok teroris tersebut. Namun, Dedi menegaskan yang menjadi sasaran kelompok teroris sudah dipastikan merupakan aparat kepolisian.
Polisi menyebut Abu Hamzah yang menjadi perakit bom sudah enam tahun aktif di jaringan teroris. Hal itu mengacu kepada keterangan orang tua Abu Hamzah. Dedi menyebut Abu Hamzah punya kemampuan merakit bom di atas R, terduga teroris yang ditangkap di Lampung Sabtu (9/3). Kelompok teroris Lampung dan Sibolga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi ISIS.
Dari ratusan kilogram bahan peledak yang disita itu, sebagian dimusnahkan oleh Densus 88. Pemusnahakn dilakukan dengan cara diledakkan (disposal) di kawasan Rindu Alam, Sibuluan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
”Itu masih sebagian yang diledakkan karena harus bertahap. Dan sesuai dengan penyelidikan dari tim. Jadi bahan bom ini sudah dicampur dan siap digunakan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agus Andrianto.
Dia mengatakan meskipun daya ledak bom itu rendah, jika digunakan dalam jumlah besar sangat berbahaya. ”Sewaktu dilakukan strerilisasi oleh tim, ditemukan juga bahan bom yang ditanam dalam lubang yang diameternya cukup besar. Untuk itulah diminta masyarakat agar jangan mendekat ke lokasi, sampai tempat tersebut benar-benar aman dan steril,” kata dia.
Ledakan bom di Sibolga itu hanya beberapa hari menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kota itu. Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan jadwal kunjungan Presiden ke Sibolga pada akhir pekan ini belum berubah. ”Tetap. Kan ada TNI/Polri,” kata Maruli.
Jokowi direncanakan meresmikan Pelabuhan Sambas pada Sabtu (16/3). Dedi memastikan bom rakitan dari kelompok di Sibolga tidak terkait dengan kunjungan Presiden ke Sibolga. ”Dia siapkan bom untuk melakukan amaliyah dengan sasaran utama adalah aparat keamanan,” ujar dia.
Sementara itu, Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris berinisial RG alias Abu Riky di Rokan Hilir, Riau, Kamsi pagi. Penangkapan dilakukan saat Abu Riky hendak membeli sarapan di Bagan Kota. Selanjutnya Densus 88 menggeledah tempat tinggal Abu Riky di Jl. Dr. Pratomo.
Dedi mengatakan terduga teroris itu diduga pernah memberi arahan kepada anggota grup Whatsapp untuk melakukan teror. RG juga menjadi pengunggah video lokasi ledakan petasan di parkiran timur Senayan, Jakarta, pada 17 Februari lalu. (Detik/Antara/Suara.com/JIBI)