Ajaran Ganjil Masuk ke Wonogiri

PONOROGO—Ajaran Thoriqoh Musa diyakini telah menyebar ke Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Kecamatan Kismantoro. Diduga ada yang ganjil dengan ajaran Thoriqoh ini. Belum ada konfirmasi kebenaran dugaan itu.
Ajaran tarekat yang berpusat di Malang, Jawa Timur, ini menjadi kontroversi setelah beredar kabar puluhan warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berbondong-bondong hijrah ke Malang karena isu kiamat sudah dekat. Mereka hijrah setelah menjual aset mereka. Mereka pergi dengan diam-diam. Berita ini viral di media sosial, terutama di grup Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP).
Kepala Desa Watubonang, Bowo Susetyo, membenarkan kabar itu. Ia mengatakan di desanya pengikut ajaran Thoriqoh Musa ini ada sekitar 300 orang di desanya. Warga yang menjadi pengikut ajaran itu tidak hanya dari Kecamatan Badegan, tetapi juga ada di kecamatan lain di Ponorogo, yakni Jambon, Kauman, Balong. Ia mengatakan bahkan ada beberapa warga dari Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.
”Untuk 300 orang itu yang biasanya sering mengikuti kegiatan pengajian di rumah Khotimun di Desa Watubonang. Pengajian di rumah itu dilaksanakan dua kali seminggu,” jelas dia, Rabu (13/3).
Ajaran Thoriqoh Musa ini diduga disebarkan Kiai Khotimun. Ia pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Malang. Setelah puluhan tahun menimba ilmu, Khotimun kemudian pulang ke Desa Watubonang sekitar 2007-2008. Ia kemudian mengajarkan ilmu yang telah didapatnya di pondok kepada masyarakat.
Bowo mengaku kurang tahu bagaimana proses penyebarannya. Namun, pengikut pengajian tersebut melakukan ibadah sama seperti umat Islam lainnya. Mereka hijrah karena mengikuti gurunya yang lebih dahulu pergi ke Malang.
Bowo menuturkan hijrah massal yang dilakukan warganya itu sangat meresahkan. Terlebih mereka melakukannya secara diam-diam. ”Ada salah satu keluarga yang sebelumnya memang diketahui mau berangkat ke Malang. Kemudian kami meminta konfirmasi terkait keberangkatan itu. Keluarga itu bilang tidak jadi berangkat. Tapi pagi harinya satu keluarga itu sudah berangkat ke Malang,” jelas dia.
Sementara itu, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan ajaran Thoriqoh Musa memang sudah menyebar di berbagai kecamatan di Ponorogo. Untuk itu perlu segera diantisipasi penyebarannya. (Abdul Jalil/Madiunpos.com/JIBI)