Jembatan Pasar Gede Ditutup

KORIDOR JENSUD: Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno (kanan), berbincang dengan perwakilan kontraktor saat pengecekan kawasan Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Kamis (14/3).

SOLO—Proyek pemeliharaan koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) yang dimulai Jumat (15/3) ini bakal menutup jembatan Pasar Gede hingga Simpang Empat Jensud pada sisi timur jalan.

ICHSAN KHOLIF RAHMAN
redaksi@koransolo.co

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan pelaksanaan pemeliharaan koridor Jensud diperkirakan dilaksanakan hingga satu bulan. Untuk pengoptimalan pengerjaan, Dishub Kota Solo menerapkan MRLL yang akan menutup arus lalu lintas mulai dari Jembatan Pasar Gede menuju Simpang Empat Jensud atau dari arah utara menuju selatan.
“Pekerjaan dilakukan dari jembatan Pasar Gede hingga kawasan depan Bank BRI. Tentunya Bank BRI menjadi lokasi paling terdampak. Namun kami telah berkoordinasi dan akan tetap memberikan akses masuk, sehingga nasabah tetap dapat bertransaksi,” ujar Mudo saat ditemui Koran Solo di ruang kerjanya, Kamis (14/3).
Ia menambahkan arus lalu lintas dari Gladak menuju utara atau wilayah Balai Kota atau Pasar Gede tetap berjalan seperti semula. Namun, arus lalu lintas dari Jl. Urip Sumoharjo ke selatan wajib belok kiri melalui Jl. R.E. Martadinata.
Sementara itu, Simpang Tiga Loji Wetan akan diberi barikade untuk membuat arus lalu lintas yang menuju utara wajib belok kiri ke Jl. Mayor Kusmanto. Hal itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di lokasi pemeliharaan. Bus BST Koridor 1 yang semula melalui jalur Jl. Urip Sumoharjo lalu Jl. Jensud menuju Jl. Mayor Sunaryo diubah menjadi Jl. Urip Sumoharjo menuju Jl. R.E Martadinata, lalu Jl. Kapten Mulyadi menuju ke Jl. Mayor Kusmanto, dan masuk ke Jl. Jendsud.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Menurutnya, dampak dari pemeliharaan itu akan terjadi beberapa kawasan yang rawan kepadatan pada waktu tertentu. Bundaran Tugu Jam, Simpang Empat Ketandan, Simpang Empat Loji Wetan, dan Simpang Empat Jl. Jendsud diperkirakan menjadi empat lokasi kepadatan. Untuk mengantisipasi hal itu, penyesuaian fase dan waktu lama hijau alat pemberi isyarat lalu lintas di Simpang Jensud dan Ketandan ditekankan. Petugas Dishub Kota Solo akan terjun ke lapangan dibantu dengan tim yang bertugas di ruang kontrol.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan MRLL yang dilakukan telah melalui kajian bersama timnya secara matang. Ia mengimbau kepada masyarakat apabila bepergian melewati kawasan itu dalam keadaan lalu lintas padat untuk tetap sabar. Estimasi waktu saat hendak bepergian, imbuhnya, juga harus diperhatikan. (JIBI)