Pilkades Ricuh, Anggota TNI Terluka

 

TAUFIQ SIDIK PRAKOSO

KLATEN—Seorang anggota TNI terluka akibat kericuhan yang terjadi seusai penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) Pilkades Desa Pucang Miliran, Kecamatan Tulung, Klaten, Rabu (13/3).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Informasi yang dihimpun, kericuhan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah panitia rampung membacakan hasil perolehan suara. Ada tiga calon kepala desa (cakades) untuk Pilkades Pucang Miliran. Mereka yakni Subandiyo dengan perolehan suara 301, Kabib Mustofa yang juga petahana meraih suara 1.019, serta Ratih Rastika Sari dengan perolehan suara 1.002.
Seusai penghitungan suara, ada kelompok massa pendukung salah satu cakades mencoba masuk ke TPS memprotes panitia. Anggota polisi serta TNI dan Linmas yang ada di TPS menenangkan massa agar tidak masuk. Namun, massa terus merangsek lalu melemparkan sejumlah barang termasuk kursi. Saat itu anggota Koramil Tulung, Sertu Triyono, terkena lemparan kursi besi pada bagian dahinya. Ia lantas menyelamatkan diri dan dibantu warga ke poliklinik di desa setempat hingga mendapatkan dua jahitan untuk menutup luka. Massa lantas membubarkan diri, sementara pagar pembatas TPS yang terbuat dari bambu serta seng dirusak massa.
Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, melalui Kapolsek Tulung, AKP Suyarta, mengatakan saat kejadian ada 10 polisi yang berjaga. Jumlah itu belum termasuk anggota TNI serta Linmas. Sejumlah anggota disebar termasuk mengamankan tiga calon kepala desa (cakades) untuk segera meninggalkan lokasi penghitungan suara. “Memang ada warga yang kami bawa ke polsek untuk menghindari dikeroyok massa. Tetapi semalam sudah pulang,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Tulung, Kamis (14/3).
Kapolsek menjelaskan ada penambahan keamanan dari Polres Klaten serta bantuan dari anggota Polres Boyolali serta Brimob yang ditugaskan membantu pengamanan Pilkades di Klaten. Mereka bersiaga di mapolsek hingga Kamis. Sementara itu, untuk menjaga suasana kondusif di Pucang Miliran, polisi menggelar patroli.
Danramil Tulung, Kapten Cpl. Tri Djoko, melalui anggota Koramil Tulung, Pelda Syafrudin, menjelaskan ada dua anggota TNI saat kericuhan terjadi di TPS Pucangmiliran. “Semua anggota konsentrasi melaksanakan pengamanan pilkades. Soal anggota yang terluka, itu sudah menjadi risiko tugas. Kami tetap patroli bersama polisi,” katanya.
Sementara itu, perwakilan tim sukses salah satu cakades di Desa Pucang Miliran mendatangi Kantor Kecamatan Tulung meminta klarifikasi terkait penghitungan suara, Kamis. Perwakilan tim sukses berjumlah delapan orang tersebut ditemui Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, Kapolsek Tulung, AKP Suyarta, serta Wakapolres Klaten, Kompol I Komang Sarjana. Mereka juga diberi kesempatan melihat tiga kotak suara di TPS Pucang Miliran yang sebelumnya disimpan di koramil seusai kericuhan. Seluruh kotak suara tersebut disimpan di kantor kecamatan dalam kondisi tersegel.
Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, mengatakan perwakilan tim sukses salah satu cakades itu mengadukan sejumlah indikasi kecurangan. Ia meminta agar indikasi kecurangan itu bisa diadukan secara resmi ke Dispermasdes. “Tentu mestinya Dispermasdes mengundang semua unsur. Kalau tidak ada titik temu silakan ke jalur hukum. Itu lebih elegan dibanding cara yang tidak elok. Mereka semua menerima penjelasan tersebut,” jelas dia.
Terpisah, Pemkab Klaten memastikan tahapan pilkades di sejumlah desa yang sempat mengalami kericuhan tetap berjalan dan dipantau. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan kericuhan tak memengaruhi hasil pilkades. “Sudah terkondisikan. Ini yang namanya kompetisi ada yang menang dan kalah. Dari Bupati serta Kapolres sudah mengingatkan kalau menang aja umuk, kalah aja ngamuk,” jelas Ronny saat ditemui di Setda Klaten, Kamis dini hari.
Ronny menjelaskan dalam pilkades tak ada penghitungan ulang atau pencoblosan ulang. “Kalaupun masih ada yang tidak terima dengan hasilnya, kami siap memberikan penjelasan sejelas-jelasnya. Kami mengingatkan agar semua menjaga situasi kondusif karena sebulan lagi ada pilpres dan pileg,” kata dia.
Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, menjelaskan dari hasil konsultasi ke Dispermasdes, sesuai aturan proses pilkades tetap berjalan meski sempat diwarnai protes serta kericuhan. Berdasarkan tahapan Pilkades serentak gelombang II, seusai pemungutan suara panitia menyerahkan berita acara pemungutan suara dan berita acara hasil penghitungan suara kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD). BPD lantas membuat laporan hasil Pilkades dan nama kades terpilih paling lambat selama tiga hari. BPD kemudian menyampaikan serta mengusulkan pengesahan kades terpilih kepada bupati melalui camat. “Berita acara sudah klir dan sudah ditandatangani panitia,” ungkapnya.
Terkait situasi Desa Pucang Miliran, Rohmad menuturkan muspika setempat berencana menyambangi rumah para cakades. “Kami akan datang dalam waktu dekat,” kata Rohmad. (JIBI)