Xenia Seruduk Tronton, 4 Luka-luka

SRAGEN—Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan tol Solo-Ngawi, tepatnya di km 521 Masaran, Sragen, Kamis (14/3) pukul 07.00 WIB. Mobil Daihatsu Xenia warna putih berpelat nomor B 1840 FOD yang diduga berpenumpang sembilan orang menyeruduk truk tronton bermuatan tepung terigu seberat 25 ton.
Informasi sementara yang dihimpun Koran Solo, tidak ada korban jiwa dalam musibah kecelakaan tersebut. Tetapi, dua orang di antaranya kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Pihak Satlantas Polres Sragen belum memberi keterangan kepada wartawan terkait kasus kecelakaan lalu lintas tersebut.
Sopir truk tronton merek Hino berpelat nomor E 9550 TEW yang ditabrak adalah Yus, 43, warga Semarang. Kepada Koran Solo menyampaikan peristiwa nahas itu berawal saat truk yang ia kemudikan berjalan dengan kecepatan 60 km/jam di lajur kiri dari arah Surabaya-Solo. Sesampainya di lokasi kejadian, Yus merasa ada yang menyeruduk dari belakang.
“Saya sempat melihat ke belakang lewat kaca spion tetapi tidak ada apa-apa. Anehnya, ada material ke mana-mana. Saya kira ban belakang kempes. Lalu saya hentikan laju truk. Setelah turun dan melihat ke belakang ternyata ada mobil Daihatsu Xenia yang menempel di pantat truk. Kondisinya ringsek. Penumpangnya banyak. Dari pihak pengelola tol tadi bilang ada delapan orang atau 10 penumpang,” ujar Yus.
Yus melihat beberapa pengemudi travel dari belakang yang sempat berhenti dan memarahi sopir mobil warna putih itu karena sejak dari arah Ngawi berjalan kencang dan sering zig-zag saat mendahului kendaraan di depannya. Dia menduga mungkin saja hendak mendahului dari arah kiri karena lajunya terlalu kencang kemudian menyeruduk truk yang dikemudikannya. “Saya itu jarang masuk tol. Saya membawa tepung dari Surabaya ke Boyolali. Saya masuk tol lewat pintu tol Sragen. Ternyata malah kena musibah,” ujarnya.
Empat korban kecelakaan lalu lintas tersebut dirawat di dua rumah sakit di Sragen. Dua orang yang kritis dan belum diketahui identitasnya dirawat di IGD RSUD dr. Soehadi Prijoneegoro Sragen. Sementara dua korban lainnya selamat dan sadar dirawat di IGD RSU PKU Muhammadiyah Masaran, Sragen.
Kepala Ruang IGD RSUD Sragen, Margono, mengatakan ada perempuan dan laki-laki yang diterima. Dia mengatakan yang perempuan sadar, tetapi masih gelisah. Sementara yang laki-laki, ujar dia, tidak sadarkan diri.
Sementara di RSU PKU Muhammadiyah Sragen juga ada seorang laki-laki dan perempuan yang dirawat di ruang terpisah. Dari keterangan petugas IGD RSU PKU Muhammadiyah Sragen, kedua korban bernama Winda, 29, warga Jl. Mendala 5 RT 002/RW 003, Celilitan, Jakarta; dan Asep, 33, dengan alamat yang sama. Winda enggan diwawancarai Espos tetapi ia sempat menjelaskan bila kecelakaan itu terjadi saat perjalanan pulang dari Bali ke Jakarta. Sedangkan korban lainnya belum diketahui jumlahnya. Informasi yang diterima Espos, korban lainnya dirawat di RS Indosehat Kebakkramat, Karanganyar. (Tri Rahayu/JIBI)