Ada Krisdayanti di Warung Cak Mis

SURABAYA—Mampir ke Warung Pak Mis di Jl. Bintoro Surabaya ini selalu menyenangkan. Ada beragam makanan dengan nama unik yang enak dicicipi.
Seperti nama menu yang diberi nama Krisdayanti. Nama ini bukanlah nama Sang Diva Krisdayanti. Tetapi, Krisdayanti merupakan nama unik yang diberikan oleh Misnan atau Cak Mis untuk satai usus yang dimasak dengan bumbu pedas. Selain itu, ada juga Mbok Nom bukan berarti istri muda. Namun, Mbok Nom adalah segelas minuman tradisional sinom yang disajikan lengkap dengan es batu.
Di warung sederhana yang lokasinya di pinggir jalan ini, Cak Mis mengaku telah berjualan selama 35 tahun. Usaha ini merupakan peninggalan orang tuanya yang sudah ada sejak tahun 1970-an.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
”Saya sejak kecil ada 35 tahun di sini, sebelum saya bapak sudah mulai usaha sejak tahun 70-an,” kata Cak Mis kepada di Surabaya, Kamis (14/3).
Saat ditanya apa saja kuliner yang dijualnya, Cak Mis mengaku menjual aneka sembako. Sembako bukannya sembilan bahan kebutuhan pokok. Namun, yang dijual Cak Mis merupakan aneka nasi dan lauk-pauk.
Ada sembako rasa daging yang berisi nasi dengan daging sapi berbumbu pedas, sembako bandeng, sembako telur hingga sembako keringan yang berisi daging sapi goreng dengan kering tempe, serundeng lengkap dengan sambal terasi.
Para pembeli pun senantiasa memakan sembako dengan anek satai. Cak Mis juga menamakan aneka satai ini dengan nama-nama unik. Misalnya cucak rowo atau sateai telur puyuh yang diibaratkan Cak Mis seperti telur burung cucak rowo.
Tak hanya itu ada pula kulit landak atau kulit ayam, hati celeng (sejenis babi hutan) yang diartikan Cak Mis sebagai hati ayam. Ada pula kuping ndableg atau satai jeroan sapi. ”Ini macem-macem ada cucak rowo, kulit landak, cecek elek, hati celeng ada cakar maut. Banyak sekali ada 26 item,” papar Cak Mis.
Untuk menikmati kudapan ini, Cak Mis juga menyediakan beberapa minuman. Selain Mbok Nom atau Sinom, ada pula STW atau es teh hingga kopi dan jahe anget. Soal harga, pengunjung tak perlu khawatir. Setusuk satai dihargai mulai Rp2.000. Selain itu, pengunjung pun bebas memilih jenis sateai sesuai selera. Warung Cak Mis biasanya buka mulai pukul 15.00 WIB dan tutp pada pukul 03.00 WIB. (Detik/JIBI)