EKSISTENSI KLUB SERI-A Nyonya Tua & Partenopei Selamatkan Muka Italia

MILAN—Pada 2015/2016, tidak ada satu pun tim Italia yang mampu menginjakkan kaki di perempat final kompetisi Eropa, baik di Liga Champions dan Liga Europa.
Eksistensi tim-tim asal Negeri Piza pun dipertanyakan di level Eropa, setidaknya lima tahun terakhir. Padahal, Italia memiliki sejarah merajai turnamen Benua Biru dengan dibuktikan kesuksesan AC Milan menjuarai Liga Champions tujuh kali, terbanyak kedua setelah Real Madrid.
Musim ini, jumlah tim Italia yang lolos ke perempat final di dua kompetisi Eropa bisa dihitung dengan jari. Di Liga Champions, hanya Juventus (Nyonya Tua) yang mendapat tiket ke delapan besar. Sebenarnya ada AS Roma yang juga berkompetisi di babak 16 besar. Tapi Roma disingkirkan Porto dengan agregat 4-3 meski sempat menang 2-1 pada leg pertama di kandang.
Sementara di Liga Europa, Napoli menjadi satu-satunya wakil Negeri Piza di delapan besar. Bersama pelatih pengoleksi tiga titel Liga Champions, Carlo Ancelotti, tim berjuluk Partenopei ini menyingkirkan tim Swiss, Salzburg, dengan agregat 4-3 dari babak 16 besar. Pasukan Ancelotti dihajar 1-3 di kandang Salzburg pada leg kedua, Jumat (15/3) dini hari WIB. Namun kekalahan telak itu tak mampu memaksa Arkadiuz Milik dkk. angkat koper dari kompetisi level kedua Eropa ini karena mereka sebelumnya menang telak 3-0 di kandang pada leg pertama.
Sayang, nasib mujur Napoli di Liga Europa tidak diikuti wakil Italia lainnya, Inter Milan. Nerazzurri, julukan Inter, gagal memanfaatkan faktor kandang pada leg kedua. Tanpa bomber Mauro Icardi, Inter dipecundangi tim Jerman, Eintracht Frankfurt, dengan skor 0-1 di Giuseppe Meazza, Milan, Jumat dini hari WIB. Inter terdepak lewat gol cepat Frankfurt yang dilesakkan Luka Jovic pada menit kelima.
”Gol pembuka menunjukkan banyak hal yang mesti kami lakukan. Kami kurang memiliki kualitas dan karakter. Sesederhana itu,” sesal kapten Inter, Samir Handanovic, seperti dilansir football-italia.net.
Inter boleh saja menyesal bukan main atas kegagalan ini. Apalagi jika mengingat kegagalan tendangan penalti pemain mereka, Marcelo Brozovic, pada leg pertama di Frankfurt. Ini sekaligus menjadi modal menyedihkan Nerazurri sebelum Derby della Madoninna melawan rival sekandang mereka di Seri-A, AC Milan, Senin (18/3) dini hari WIB.
Sementara lolosnya Frankfurt menyelamatkan reputasi tim Jerman di perempat final kompetisi Eropa musim ini. Die Adler (Si Elang), julukan Frankfurt, merupakan satu-satunya tim Jerman yang masih tersisa di kompetisi Benua Biru saat ini. Sebelumnya, tiga wakil Jerman, Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan Schalke sudah rontok di babak 16 besar Liga Champions. ”Saya pikir kami layak lolos dalam dua leg dan kami bangga dengan tim ini,” ujar asisten pelatih Frankfurt, Christian Peintinger, mewakili pelatih Adi Hutter yang terkena sanksi. (Hanifah Kusumastuti/JIBI)