KECELAKAAN KARAMBOL Angkot Ringsek Terimpit 2 Truk di Terminal Boyolali

BOYOLALI—Satu unit angkutan kota (angkot) ringsek depan dan belakang ditabrak dari belakan oleh truk yang kemudian mendorong angkot itu menabrak truk di depannya. Peristiwa itu terjadi di jalan Solo-Semarang tepatnya di depan Terminal Boyolali, Jumat (15/3). Sopir angkot mengalami luka dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Tabrakan yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB itu melibatkan Truk Hino AD 1474 KQ, angkot bernopol AD 1233 AD, dan sebuah truk tak dikenal (truk X). Sebelum peristiwa itu terjadi, lampu lalu lintas di perempatan itu menyala merah untuk lajur Semarang menuju Solo. Truk X berada paling depan, angkot di belakangnya.
Tiba-tiba angkot ditabrak dari belakang oleh truk Hino yang dikemudikan Harianto, 45. Bagian belakang angkot hingga bodi penyok dan kaca pecah. Angkot yang diperkirakan tak berpenumpang itu terus terdorong hingga kemudian menabrak truk X hingga kaca depan angkot pecah dan bodi depan ringsek. Setelah itu barulah truk Hino dan angkot terhenti sesaat sebelum lampu hijau menyala.
Anehnya, benturan dua kendaraan ini tidak membuat sopir truk X turun mengecek apa yang terjadi. Setelah lampu hijau menyala, truk X ini malah melanjutkan perjalanan seolah dan tidak meyadari kejadian di belakangnya.
Sementara itu, sang sopir angkot yang belum diketahui identitasnya ini terlihat lemas karena terdesak dasbor. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berusaha mengeluarkan sopir dan kemudian membawanya ke rumah sakit dengan sebuah mobil pikap.
Sementara itu, polisi Satlantas Polres Boyolali yang berada di lokasi kejadian langsung melakukan penanganan. Sedangkan Mobil angkot segera ditepikan dengan ditarik mobil lain, agar lalu lintas lancar kembali, dan sopir truk Hino menepikan sendiri kendaraannya.
Harianto mengaku rem truknya blong. “Saya sudah ngerem, tapi pas sudah dekat bangjo kok kayak los gitu, akhirnya nabrak angkot dan bablas ke truk di depannya,” ujar warga Klaten ini.
Sementara itu, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. (Akhmad Ludiyanto/JIBI)