LIGA CHAMPIONS Undian Bisa Pertemukan Messi-Ronaldo di Final

NYON—Mantan Pelatih Real Madrid dan Manchester United, Jose Mourinho, menyatakan pertemuan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi akan sia-sia jika terjadi pada perempat final Liga Champions. Namun komentar Mourinho itu tidak mungkin terjadi karena dalam undian perempat final, semifinal, dan final Liga Champions di Nyon, Swiss, Jumat (15/3), Ronaldo dan Messi tidang langsung bertemu.
Tim yang diperkuat Ronaldo, Juventus, dan tim yang digawangi Messi, Barcelona, bisa saling terhindar pada perempat final turnamen teralite di Eropa ini. Dari hasil undian Jumat kemarin, Juve bakal berjumpa Ajax Amsterdam, sedangkan Barcelona bertemu Manchester United, pada delapan besar nanti.
Menariknya, Messi dan Ronaldo berada dalam skenario yang mempertemukan keduanya di partai puncak yang bakal dihelat di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 1 Juni 2019.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, proses drawing Liga Champions kali ini digelar sekaligus untuk perempat final, semifinal, dan final. Jadi, potensi lawan yang bakal mereka hadapi di babak berikutnya bisa langsung terbaca sejak awal.
Nah, seandainya Juve bisa menyingkirkan Ajax, Ronaldo cs. akan bertemu dengan pemenang Manchester City versus Tottenham pada semifinal. Sedangkan Barca akan menghadapi Liverpool versus Porto jika raksasa Catalan bisa menaklukkan Manchester United.
Tapi ketimbang menerawang pertemuan mereka di final, Barca bersama Messi dan Juve bersama Ronaldo harus terlebih dahulu fokus menyingkirkan lawan-lawan mereka di peremat final. Pertemuan Barca dengan United merupakan ulangan final Liga Champions 2009 dan 2011. Messi selalu mampu merobek jala gawang Setan Merah, julukan United, dalam dua partai puncak itu.
Duel Barca dan United pun diprediksi bakal seru. Dua tim bersejarah ini memiliki rekor head-to-head yang nyaris sama kuat. Dalam catatan UEFA, Barca dan United pernah 11 kali dipertemukan di kompetisi Benua Biru. Barca unggul dengan empat kemenangan dan United meraih tiga kemenangan, sedangkan empat pertemuan lainnya berakhir imbang.
Bagi United, mereka tak memiliki alasan untuk merasa inferior di hadapan raksasa Catalan. Setan Merah telah membuktikan mampu menaklukkan tim-tim besar meski sempat mengalami guncangan di awal musim. Termasuk ketika Romelu Lukaku cs. secara dramatis menyingkirkan Paris Saint Germain (PSG) dengan agregat 3-2 pada babak 16 besar.
”Dalam lima atau enam pekan ini, kami turun dengan kepala tegak melawa Chelsea, Tottenham Hotspur, atau Paris Saint Germain, kami tahu kami bisa dan melukai mereka,” ujar bek United, Chris Smalling, seperti dikutip uefa.com.
Juve dan Ajax juga sama-sama pernah dipertemukan pada partai pamungkas di turnamen paling glamor di Eropa ini, tepatnya pada 1996. Saat itu, Bianconeri, julukan Juve, menundukkan Ajax dengan drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal dan dua kali perpanjangan waktu di Roma.
Juve yang menyingkirkan Atletico Madrid pada babak 16 besar lalu bisa mengandalkan tuah Ronaldo. Bomber berjuluk CR7 tersebut tujuh kali merobek jala gawang Ajax sepanjang kariernya. Itu menjadikan tim asal Belanda tersebut sebagai sasaran empuk ketiga Ronaldo setelah Juventus (10 gol) dan Bayern Munich (9 gol) di turnamen ini.
”Saya tidak senang tapi juga tidak sedih. Ajax mengeliminasi Real Madrid, jadi mereka tidak bercanda. Saya senang mereka menyingkirkan Madrid, jadi kami harus sangat hati-hati. Kami harus menghadapi Ajax dengan komitmen tinggi. Dua leg akan menjadi laga hebat,” urai Direktur Juventus, Pavel Nedved, seperti dikutip Reuters.
Ajax yang diperkuat sebagian besar pemain muda membuat kejutan dengan menumbangkan juara tiga kali beruntun, Real Madrid, pada babak 16 besar lalu. Kapten Ajax, Frenkie de Jong, mengakui timnya semakin percaya diri setelah menyingkirkan Madrid.
”Juventus akan jadi favorit, namun kami berhasil mendepak Real Madrid. Saya yakin kami tetap punya peluang,” ujar De Jong.
Sedangkan satu tim Liga Premier Inggris dipastikan bakal mengisi satu slot di semifinal. Itu karena dua tim asal Negeri Ratu Elizabeth II, City dan Tottenham, harus berjibaku di perempat final. Sementara satu laga perempat lain mempertemukan Liverpool melawan Porto. (Hanifah Kusumastuti/JIBI)