Menikmati Musik Sesuai Selera

redaksi@jibinews.co

Anda ingin beralih dari koleksi MP3 ke streaming musik? Banyak pilihan yang tersedia dewasa ini, baik dari luar maupun dalam negeri.
Layanan video seperti Youtube atau Vimeo (bila Anda bisa mengaksesnya) juga bisa digunakan untuk menikmati lagu-lagu merdu. Berbeda dengan musik offline yang terbatas pada koleksi MP3 yang diunduh, dibeli, atau dikonversi dari CD, layanan streaming menyediakan koleksi yang jauh lebih banyak, dan bisa disimak di mana saja. Syaratnya cuma koneksi internet yang cukup memadai.
Selama ini saya lebih banyak menggunakan layanan Spotify (baik gratis dan kemudian berbayar), serta Youtube untuk streaming musik. Baru-baru ini saya tertarik mencoba layanan lain, Deezer. Layanan yang berasal dari Perancis ini tersedia baik sebagai aplikasi ponsel, web dan desktop (hanya untuk macOS), namun di sini kita akan membahas versi ponselnya saja.
Sesuai Selera
Seperti Spotify, Deezer tersedia baik sebagai versi gratisan, berbayar, dan untuk keluarga. Ketika memasang aplikasi ini pertama kali, Deezer menawarkan integrasi langganan dengan Tri, yang merupakan salah satu operator telekomunikasi yang saya pakai.
Hal ini ternyata merupakan bagian kerja sama Deezer dengan Tri, antara lain untuk pembayaran dengan pulsa, dan diskon untuk langganan 3 bulan. Namun, ini bukan keharusan, karena tersedia modus pembayaran lain bila Anda ingin berlangganan.
Anda bisa mendaftar baik dengan akun Google ataupun Facebook. Ini memudahkan pendaftaran tanpa harus membuat akun dan kata sandi sendiri.
Ketika pertama kali membuat akun Deezer, pengguna akan ditanya genre musik kesukaannya. Informasi ini akan dipakai buat fitur Flow.
Fitur Flow adalah daftar lagu (playlist) yang otomatis dipilihkan sesuai dengan selera Anda.
Untuk memastikan, Anda akan diperdengarkan contoh lagu-lagu dari berbagai penyanyi. Bila cocok, Anda bisa mengonfirmasinya. Semakin banyak lagu yang dikonfirmasikan, Deezer akan bisa menentukan selera Anda dengan lebih baik.
Untuk pertama kali, Deezer akan menyediakan percobaan (trial) fitur premium selama 15 hari. Bila fitur premium ini terasa cocok, Anda bisa memperpanjangnya. Fitur premium memungkinkan pengguna mendengar lagu secara offline, dengan kualitas suara lebih tinggi (MP3 320 kbps).
Versi gratis mensyaratkan koneksi internet setiap waktu, dan hanya dengan kualitas suara yang setara dengan MP3 128 kbps. Anda juga akan mendengarkan lagu dengan sela-sela iklan, dan tidak bisa meloncati lagu yang tidak disukai sesuka hati.
Fitur penentuan selera musik ini merupakan keunggulan tersendiri Deezer. Spotify misalnya juga mampu belajar selera musik penggunanya, namun layanan ini butuh beberapa waktu untuk mengumpulkan data terlebih dahulu.
Tentunya Anda bisa membuat daftar lagu sendiri secara manual, dengan memilih lagu-lagu sesuai tema atau kesukaan Anda. Pengguna juga bisa menjelajahi lagu-lagu berdasarkan penyanyi, album, dan genre. Deezer juga memberikan saran berbagai daftar lagu untuk dieksplorasi, serta rilis baru dari berbagai penyanyi.
Dari segi fitur Deezer tampaknya tidak kalah dengan para kompetitornya. Satu keluhan saya, paling tidak di versi ponsel, adalah kinerja aplikasinya ketika digunakan di latar belakang.
Ini mungkin tidak akan ditemukan pada versi web atau desktop, atau pada ponsel dengan kinerja lebih baik, tetapi tetap saja mengganggu. (JIBI/Bisnis Indonesia/K8)