MENINGGAL DUNIA SETELAH OPERASI AMANDEL RS Mengklaim Ahsan Tersedak Makanan

BOYOLALI—Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, bocah asal Dukuh Karangkidul, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, diduga meninggal akibat gangguan pernapasan.

Akhmad Ludiyanto
redaksi@koransolo.co

Diduga ada makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas setelah operasi yang membuatnya tersedak hingga meninggal.
Ahsan meninggal setelah menjalani operasi amandel di Rumah Sakit Hidayah, Boyolali, Selasa (12/3) lalu. Awalnya, ada kecurigaan bocah SD itu meninggalkan karena malapraktik meski dari pihak keluarga tidak mempermasalahkan kematian korban.
“Dari pihak rumah sakit curiga ada pihak keluarga yang memberikan makan atau minum sehingga tersedak masuk ke saluran napas, yang menyebabkan gangguan napas. Ini yang menjadi penyebab kematiannya [Ahsan],” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S. Survivalina, setelah timnya melakukan klarifikasi kepada pihak rumah sakit, Jumat (15/3).
Namun hasil klarifikasi ini akan dikroscek dengan keterangan pihak keluarga. Rencananya, Senin (18/3) tim yang sama akan menemui pihak keluarga Ahsan. “Senin [pekan depan] saya minta [tim] mengunjungi keluarga untuk mengonfirmasi keterangan rumah sakit tersebut,” imbuhnya.
Jika nanti keterangan dari dua belah pihak tersebut berbeda, Dinkes akan meminta pandangan organisasi profesi. “Jika masih belum sinkron, kami bisa undang pakar dari organisasi profesi untuk memberikan pandangannya.”
Izin Lengkap
Selain meminta klarifikasi, tim Dinkes juga melakukan pengecekan perizinan rumah sakit dan surat izin praktik dokter yang melakukan penanganan terhadap Ahsan. Menurutnya, semuanya lengkap dan masih berlaku.
“Tadi dari Dinkes sudah cek tentang perizinan dan surat izin praktik dokter yang memberikan pelayanan, semuanya lengkap dan masih berlaku,” imbuh Ratri yang juga akrab disapa Lina ini.
Sementara itu, kakak Ahsan, Fajar Saefudin, belum dapat dimintai pendapat mengenai hasil klarifikasi tim Dinkes ini. Ponselnya tidak diangkat saat Koran Solo mencoba menghubunginya.
Seperti diberitakan, Ahsan meninggal dunia 1 jam setelah menjalani operasi amandel di Rumah Sakit Hidayah, Boyolali, Selasa. Sementara itu, pihak rumah sakit menyatakan proses operasi sudah dilakukan sesuai prosedur, namun tetap akan melakukan audit medis.
Jenazah siswa kelas I SDIT Ibnu Umar Mojosongo, Boyolali, ini langsung dimakamkan pihak keluarga Rabu (13/3) di permakaman dekat rumahnya.  Ayah Ahsan, Wakidi, mengatakan anaknya memang menderita amandel dan oleh dokter Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dinyatakan harus dioperasi. Kemudian Ahsan dirujuk ke RS Hidayah di Kragilan, Mojosongo untuk dioperasi.
“Dia memang punya amandel yang kata dokter harus dioperasi. Seharusnya operasinya Selasa [5/3] pekan lalu. Tapi saat itu kondisi Ahsan sedang tidak fit, sedang masuk angin sehingga operasinya ditunda sepekan [Selasa, 12/3]. Selain itu, saat itu Ahsan juga masih menjalani UTS [ujian tengeh semester] sehingga biar selesai dulu ujiannya, setelah itu baru operasi,” ujarnya saat ditemui usai acara permakaman. (JIBI)