Rokok Ilegal Masih Banyak Beredar

KARANGANYAR—Tim gabungan menyita rokok ilegal ratusan bungkus saat menggelar operasi rutin di Kecamatan Jaten, Tasikmadu, Karanganyar, dan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar pada Senin (11/3). Operasi itu dilakukan dalam rangka penegakan perda
”Kegiatan rutin operasi penegakan perda. Operasi rokok bodong tidak bercukai di empat kecamatan, yakni Jaten, Tasikmadu, Karanganyar, dan Mojogedang. Lumayan okeh ki entukke,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato, saat berbincang dengan wartawan, Jumat (15/3). Tim gabungan ini yang terdiri atas petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, dan Bea Cukai Solo.
Kurniadi mengatakan pedagang, distributor, maupun produsen rokok bodong belum jera meskipun sudah diperingatkan beberapa kali. Satpol PP sudah menempuh sejumlah cara menekan peredaran rokok ilegal di Karanganyar. Salah satunya melalui sosialisasi rutin kepada pihak-pihak terkait.
”Tetapi masih saja ada. Karanganyar menjadi pasar. Ini menguntungkan warga yang menghendaki laba tapi dengan cara ilegal. Sudah terang-terangan karena temuan [rokok ilegal] bukan di perbatasan tapi di tengah kota kabupaten banyak. Kami temukan rokok ilegal ratusan bungkus,” ujar dia.
Dia membagikan data hasil temuan yang disita rokok ilegal 400 bungkus berbagai merek, seperti Beruang, SMD, Super Pro, Gunjhill, Pro Mossi, Bintang, L4 Bold, Laris, Laris Mild, New Brand, Fel Super, Laris Brow, Super Pro Mossi, Mantapbro, Gudang Ganam, Bintang Maxx, dan lain-lain. Produsen membuat merek rokok nyaris menyerupai merek rokok terkenal dan legal.
Ratusan bungkus rokok itu ditemukan di lima kios, toko, maupun warung di empat kecamatan yakni di toko Sri Harni (Kismorejo, Jaten), toko Dwi Yuni Hartanti (Perumahan Griya Makmur Sejahtera, Desa Brujul, Kecamatan Tasikmadu), toko Sudaryono (Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang), di toko Susilowati (Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang), dan di Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar.
”Barang bukti sudah disita. Kalau Bea Cukai Solo melakukan sesuai SOP, kami pembinaan, peringatan, dan pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan. Rokok ilegal itu diproduksi oleh perusahaan di luar Karanganyar,” ujar dia. (Sri Sumi Handayani/JIBI)