Sasaran Empuk Messiah

NYON—Manchester United pantas waswas ketika berjumpa dengan Barcelona pada babak perempat final Liga Champions mendatang.

Hanifah Kusumastuti
redaksi@solopos.co.id

‘Alasannya, Barca diperkuat megabintang Lionel Messi yang memiliki reputasi gemilang melawan tim-tim Liga Premier. Penyerang berjuluk Messiah tersebut menceploskan 22 gol dalam 29 pertemuan kontra tim Liga Premier. Dua di antara gol Messi tersebut berasarang ke gawang Setan Merah, julukan United. Bahkan dua gol itu dilesakkan Messi pada partai spesial, yakni laga final masing-masing pada 2009 dan 2011.
Fans United mungkin belum lupa rasa sakit yang mereka derita ketika tim kesayangan digebuk Barcelona 0-2 pada partai final Liga Champions di Olimpico, Roma, 27 Mei 2009. Saat itu, Samuel Eto’o membuka skor Barca dengan tendangan kaki kanan pada menit ke-10. Sekitar sejam kemudian, giliran Messi yang menggandakan keunggulan Barca dengan gol sundulan setelah memanfaatkan crossing Xavi Hernandez.
Ternyata itu bukan satu-satunya gol Messi ke gawang Setan Merah. La Pulga, julukan lain Messi, juga mencatatkan namanya di papan skor ketika Barca membantai United polesan Sir Alex Ferguson dengan skor 3-1 pada partai final Liga Champions 2011 di Stadion Wembley. Messi membawa unggul Barca menjadi 2-1, setelah sebelumnya striker United, Wayne Rooney sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menyusul gol perdana Barca yang dicetak Pedro. David Villa akhirnya memastikan kemenangan Blaugrana 3-1 pada menit ke-69.
Meski begitu, Messi tidak selalu bisa merobek jala gawang Setan Merah dalam empat pertemuan dalam kariernya di level klub. La Pulga mandul gol pada dua leg semifinal Liga Champions 2017/2018. Bahkan saat itu, Barca akhirnya disingkirkan United dengan agregat 0-1 karena gol semata wayang dari Paul Scholes pada leg kedua di Old Trafford.
United akan menjadi tuan rumah pada leg pertama pada 9 April nanti. Sedangkan di leg kedua, Marcus Rashford dkk. harus bertamu ke Camp Nou, 16 April. Namun, kunjungan United ke Camp Nou akan membangkitkan kenangan manis interim pelatih Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih berjuluk The Baby Faced Assasin itu menjadi pencetak gol penentu kemenangan United ketika menundukkan Bayern Munich pada final Liga Champions 1999 di Camp Nou.
Tak Beruntung
United bisa dikatakan sebagai tim yang paling tidak beruntung dalam drawing babak perempat final dan semifinal Liga Champions, di Nyon, Swiss, Jumat (15/3) petang WIB. Wakil Inggris lainnya, Liverpool, ”hanya” harus bertemu dengan Porto, yang susah payah mendepak AS Roma lewat babak perpanjangan waktu, pada babak delapan besar nanti.
Liverpool pantas tersenyum ketika mengetahui rekor Porto melawan tim-tim Inggris. Tim asal Portugal ini selalu tersingkir dalam lima pertemuan melawan tim Inggris di fase knock-out. Porto tak pernah mampu mendepak tim dari Negeri Ratu Elizabeth II sejak bersama Jose Mourinho menyingkirkan Manchester United dengan agregat 3-2 pada babak 16 besar Liga Champions 2003/2004.
”Apa yang bisa saya katakan. Ini Porto. Kami pernah bermain melawan mereka dan kami tahu mereka bagus musim lalu. Kami melihat Porto punya karakter dan kualitas,” ujar Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, enggan jemawa, seperti dilansir uefa.com.
Dua klub Inggris tersisa, Manchester City dan Tottenham Hotspur, harus saling bunuh di perempat final nanti. Dalam empat pertemuan terbaru di semua kompetisi, City tak pernah kalah dari Spurs, yakni tiga kali menang dan sekali imbang.
Meski begitu, The Citizens harus berhati-hati karena dalam empat pertemuan melawan sesama tim Inggris di Eropa, mereka selalu kalah! Dua kali melawan Chelsea pada 1971 dan melawan Liverpool pada 2018 lalu. ”Saya senang bisa mengikuti undian perempat final. Sukses terbesar dalam sejarah klub kami yakni lolos ke semifinal,” jelas Pelatih City, Josep ”Pep” Guardiola. (JIBI)