SEPAK BOLA CP Tak Masalah Meski Klasifikasi Berubah

SOLO—Sebanyak 19 atlet paralympian bakal mengikuti seleksi nasional (seleknas) masuk timnas sepak bola celebral palsy (CP) di Lapangan Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Rabu (20/3).
Tim pelatih akan memilih 14 pemain untuk dipersiapkan menghadapi ASEAN Para Games 2020 di Filipina.
Timnas CP menguisung misi mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia dengan pesaing terberat, Thailand.
Jawa Tengah menyumbang atlet paling banyak di timnas yaitu delapan atlet. Disusul Kalimantan Selatan yang mengirim lima atlet. Jawa Barat juga mengirim tiga atlet. Sedangkan Riau, Jambi, dan Aceh, masing-masing mengirim satu atlet untuk seleknas.
Pelatih Timnas Sepak Bola CP, Anshar Ahmad, 52, mengatakan satu tim sepak bola CP terdiri atas tujuh pemain. Mereka bermain pada lapangan berukuran 75 meter x 55 meter. Gawang yang harus dikawal kiper selebar lima meter dengan tinggi dua meter.
Pada pertandingan di Malaysia, masing-masing tim wajib terdiri atas dua pemain berklasifikasi CP 5-6, empat pemain berklasifikasi CP 7, dan satu pemain berklasifikasi CP 8.
CP 8 ini bisa disebut sebagai ruh tim karena memiliki kemampuan paling baik.
Sementara itu, di Filipina klasifikasi sedikit diubah. Kini mereka menggunakan standar FT. CP 5-6 setara FT 1, CP 7 setara FT 2, dan CP 8 setara FT 3.
“FT itu klasifikasi baru. Artinya apa saya juga belum paham. Tapi sederhananya itu untuk klasifikasi tingkat CP sang atlet,” tutur mantan pemain Arseto Solo tersebut saat ditemui Espos di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (15/3) siang.
Ia mengatakan, dari 19 atlet yang diundang seleksi, tidak ada yang berklasifikasi CP 8 atau FT 3. Meski demikian, ia siap memasang FT 2 untuk mengisi kekosongan FT 3.
“Kami juga tak ada CP 8 saat ASEAN Para Games di Malaysia. Alhamdulillah bisa menang 3-0 dari Thailand,” terang mantan pemain Timnas Indonesia itu.
Kebanyakan atlet yang masuk seleksi adalah pemain lama. Hanya ada beberapa nama baru yang diundang seperti Sugiyatno yang berasal dari Sragen dan Muhammad Fazli Yusriadi asal Salatiga.
“Targetnya mempertahankan gelar. Kami dapat informasi Thailand banyak berbenah setelah kekalahan di Malaysia. Mereka juga mengikuti beberapa single event di luar negeri,” terang dia.
Menurutnya, hasil seleksi masih didiskusikan dengan manajer Timnas Sepak Bola CP, dr. Feri. Pengumuman bisa dilakukan seusai seleksi, atau diumumkan melalui surat pemberitahuan ke daerah masing-masing.
Anshar belum mengetahui kepastian dimulainya pemusatan pelatihan nasional (pelatnas). Hanya saja, pelatnas akan dilaksanakan di Kota Solo. Meski demikian, ia optimistis tim akan berkembang dengan baik.
“Saya tahu semua anak. Saya menerapkan sistem degradasi. Kalau ada pemain terpilih yang tidak berkembang, ia bisa dicoret dan diganti kandidat yang sebelumnya tidak lolos,” katanya. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)