Jokdri Huni Rutan Polda Metro Jaya

JAKARTA—Satgas Antimafia Bola Polri akhirnya menahan eks Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Jokdri, panggilan Joko Driyono, ditahan setelah polisi melakukan gelar perkara kasus perusakan barang bukti, Senin (25/3).
”Pada hari ini tanggal 25 Maret 2019 saudara JD telah hadir dilakukan pemeriksaan. Kemudian penyidik melakukan gelar perkara pukul 14.00 WIB dan melakukan penahanan terhadap saudara Joko Driyono,” ujar Kepala Satgas Antimafia Bola Polri, Brigjen Pol. Hendro Pandowo, di Mabes Polri, Jakarta.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Hendro mengatakan penahanan dilakukan dengan pertimbangan seluruh proses pemeriksaan terhadap Jokdri telah selesai. Karena itu, Satgas Antimafia Bola tak punya alasan untuk tidak menahan Jokdri.
Penahanan terus terkait kasus pencurian serta perusakan dan penghilangan barang bukti terkait kasus match fixing atau pengaturan skor yang tengah ditangani penyidik di Kantor Komdis PSSI. Dalam hal ini, Jokdri dijerat Pasal 363, Pasal 233, dan Pasal 235 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. ”Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini tanggal 25 Maret 2019 sampai 13 April 2019,” tuturnya.
Sebelumnya Jokdri ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor pada Kamis 14 Februari 2019. Jokdri diduga telah memerintahkan tiga tersangka, yaitu Muhammad Mardani Mogot (sopir Jokdri), Musmuliadi (OB di PT Persija), dan Abdul Gofur (OB di PSSI) untuk mengambil dan merusak barang bukti di Kantor Komdis PSSI yang sudah dipasangi garis polisi.
Jokdri dua kali mangkir dari agenda pemeriksaan. Dia seharusnya diperiksa pada Senin (18/3), dan telah diundur menjadi Kamis (21/3). Jokdri baru benar-benar menghadiri agenda pemeriksaan pada Senin kemarin. ”Dalam proses pemeriksaan hingga Maret, tersangka beberapa kali tidak hadir. Maka pada hari ini, 25 Maret 2019, Saudara JD hadir dan tadi pukul 10.00 WIB, dilakukan pemeriksaan,” tutur Hendro.
Polisi menahan Jokdri di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya selama 20 hari, terhitung sejak Senin kemarin. ”Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya mulai 25 Maret sampai 13 April 2018, 20 hari ke depan,” kata Hendro.
Dia mengungkapkan motif perusakan barang bukti yang dilakukan Jokdri adalah untuk mengaburkan proses penyidikan kasus match fixing. Dari terkuaknya motif tersebut, Hendro menegaskan polisi akan menggali lebih dalam terkait ada atau tidaknya peran Jokdri dalam pengaturan skor.
”[Motif perusakan barang bukti] untuk mengaburkan sehingga barang bukti yang kita butuhkan tidak ada. Sehingga kita tidak bisa gali lebih dalam pengaturan skor lain. Tapi sudah ada dari enam penahanan tersangka yang lain sebelumnya,” jelas Hendro.
”Ada beberapa hal yang akan kita dalami terkait peran dalam pengaturan skor kasus lain. Sehingga ada upaya dia musnahkan dokumen yang dibutuhkan,” sambung Hendro.
Kasus pengaturan skor mulai diusut Polri sejak akhir Desember 2018. Dugaan pengaturan skor terungkap berdasarkan laporan eks Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani. Pada awal penyelidikan, Polri fokus pada dugaan pengaturan skor di Liga 3 dan berlanjut ke Liga 2. Belum ada keterangan yang disampaikan Satgas Antimafia Bola terkait kemungkinan pengaturan skor di Liga 1.
Sejauh ini sudah ada 15 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah para anggota Exco PSSI, anggota Komisi Disiplin PSSI, Komite Wasit, wasit, hingga berkembang ke Jokdri.
Rapat Darurat
Sementara itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi, mengungkapkan rencana untuk mengelar rapat darurat bersama anggota Exco lainnya. Ini menyusul penahanan Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola.
Pertemuan penting tersebut bakal berlangsung dalam waktu dekat.Yoyok mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait penahanan Jokdri. Meski begitu, CEO PSIS Semarang ini telah mengetahuinya dari pemberitaan sejumlah media massa nasional.
”Langah selanjutnya saya selaku Exco PSSI akan mengusulkan kembali Exco Emergency Meeting sesegera mungkin,” kata Yoyok.
Mengenai kapan waktu digelarnya rapat darurat Exco, dia melimpahkannya kepada Pelaksana Tugas Harian (Plh) PSSI, Gusti Randa. Anggota Exco tersebut diperintahkan oleh Jokdri untuk meneruskan tugasnya di PSSI hingga Kongres Luar Biasa (KLB) diadakan. ”Saya tidak tahu kapan kira-kira rapat darurat itu akan dilakukan. Saya kan baru mengusulkan. Untuk lebih lanjut, silakan ditanyakan kepada Pak Gusti Randa,” imbuhnya. (JIBI/Detik/Liputan6.com)