SRAGEN—Kuasa hukum salah satu tersangka kasus pembobolan brankas toko swalayan Luwes Sragen, Supriyanto, yakni Aris Subandrio, meminta polisi menetapkan tersangka baru. Aris meminta agar DP, 36, wanita asal Karanganyar ini juga dijadikan tersangka karena ikut menikmati uang hasil curian senilai Rp500 juta. DP sudah diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus yang terjadi pada 30 Januari lalu. “DP ini adalah pacar Iwan. DP diberi uang Rp500 juta secara tunai oleh Iwan. Karena turut menikmati uang dari hasil pembobolan brankas Luwes, mestinya DP juga ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Aris saat ditemui wartawan di Rumah Kopi Sragen, Senin (29/4) siang. Seperti diketahui, Polres Sragen menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang sempat membuat heboh publik Soloraya itu. Mereka adalah Supriyanto, warga Dagen, Desa Suruh, Tasikmadu, Karanganyar; Narwan Lusdiyanto alias Iwan, warga Gebyok, Karangmendem, Mojogedang, Karanganyar; dan Risang Gilang Purboyo, 20, warga Dusun Jetis, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. Aris menambahkan Supriyanto hanya mendapat Rp60 juta, sementara Risang mendapat Rp35 juta. Sebagian besar uang curian kala itu masih dibawa Iwan. Adapun total kerugian yang dialami Luwes Sragen sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) mencapai Rp2,2 miliar. Selain diberikan kepada DP, sebagian uang hasil kejahatan itu sudah dibelanjakan untuk membeli satu unit mobil Toyota Avanza. “Sesuai rencana, Iwan mau membagi lagi uang hasil kejahatan itu saat mereka bertemu di Tawangmangu. Tapi, sebelum uang itu dibagi di Tawangmangu, polisi menangkap satu per satu pelaku pembobolan,” terang Aris. Lebih jauh ia juga meminta polisi agar tidak menjadikan kliennya, Supriyanto, sebagai otak di balik kejahatan itu. Aris membenarkan kliennya yang membuat brankas pesanan dari manajemen Luwes Sragen yang dibobol. Kendati begitu, ide untuk membobol brankas itu bukan datang dari Supriyanto. “Polisi mengatakan Supri adalah otak dari kasus ini karena statusnya sebagai produsen brankas. Itu kesimpulan yang tidak tepat. Kalau dirunut kronologinya, justru si Iwan yang layak disebut sebagai otak kasus ini,” jelas Aris. Menurut dia, Iwan lah yang secara intens mengajak dan mempengaruhi Supri supaya mau bekerja sama untuk membobol brankas Luwes Sragen. Sepekan sebelum kejadian, Supri berkali-kali didatangi Iwan yang mendesak supaya ia bersedia melakukan tindakan melawan hukum itu. Sidang perdana kasus ini sudah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen pada Rabu (24/4) lalu. Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal digelar Selasa (30/4) ini. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

KARANGANYAR—Bencana tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (27/4). Beruntung, tidak ada korban jiwa […]